Peluang Usaha, Pekarangan Rumah Jadi Lahan Budidaya Rumput Taman | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
WhatsApp Image 2019-12-20 at 3.56.22 PM
Salah satu warga Desa Sukolilo Kec. Wajak, Kabupaten Malang saat melakukan aktifitasnya dengan budidaya rumput taman di pekarangan rumahnya (Foto: Inovasidesamalangkab.com)
BERITA

Peluang Usaha, Pekarangan Rumah Jadi Lahan Budidaya Rumput Taman

SATUKANAL, MALANG- Memanfaatkan pekarangan rumah bisa menjadi peluang usaha untuk menunjang perekonomian keluarga. Seperti yang dilakukan penduduk Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak yang memiliki potensi budidaya tanaman rumput taman.

Saat mengunjungi desa tersebut, tampak pemandangan yang asri. Pekarangan-pekarangan rumah warga tampak hijau dengan deretan rumput taman yang tertata. Di siang atau sore hari, para pemilik rumah dengan telaten merawat rumput-rumput itu.

Pekarangan rumah warga di Desa Sukolilo ini rata-rata cukup luas. Selain itu, wilayah tersebut juga memiliki ketersediaan air yang cukup. Sebagian besar warganya, berprofesi sebagai petani dan bercocok tanam.

Lahan pekarangan tersebut, tak luput untuk dimanfaatkan. Rumput-rumput itu tidak ditanam semata untuk memperindah rumah, melainkan untuk dijual. Bahkan, budidaya rumput taman di desa itu telah menyerap tenaga kerja dan meningkatkan ekonomi masyarakat.

Ketua Unit Usaha BUMDes Desa Sukolilo, Zainal Arifin mengatakan mulai dari tahun 1908 masyarakat setempat sebenarnya sudah melakukan budidaya rumput taman, khususnya di Dusun Napel.

Saat itu, mereka banyak membudidayakan jenis rumput taman Manila atau Jepang. Baru pada tahun 2000-an, mulai merambah ke jenis rumput taman gajah mini dan mutiara.

“Untuk kerja sama dalam penjualannya, selama ini masih lebih banyak didistribusikan kepada pemborong. Biasanya untuk keperluan perumahan, rumah sakit, bandara, taman kota, maupun tempat-tempat umum lainnya,” tuturnya Zainal.

Pria yang juga merupakan pendamping desa pemberdayaan wilayah Kecamatan Wajak ini berharap, ke depannya budidaya rumput taman ini akan diwadahi dalam bentuk BUMDes. Nantinya, salah satu unit usaha yang dibentuk akan bergerak di perawatan dan pengadaan taman serta tanaman hias.

Gagasan ini muncul seiring meningkatnya kegemaran masyarakat pada rumput taman. Sehingga, peluang pasar cukup besar pula. Rata-rata saat ini perumahan, kantor-kantor, taman, hingga rumah pribadi membutuhkan rumput taman.

Rumput taman produksi warga Desa Sukolilo dipatok dengan harga Rp 7 ribu per meter persegi. Sementara setiap warga, rata-rata mempunyai lahan pekarangan sekitar 5 kali 10 meter.

Dengan asumsi tersebut, maka setiap panen warga akan memperoleh sekitar Rp 350 ribu. Padahal, masa tanam rumput taman juga relatif lebih cepat dibanding komoditas tanaman lain. Dari mulai proses tanam, butuh waktu hanya 1,5 bulan sampai 2 bulan untuk dipanen.

Zainal menyebut, potensi budidaya rumput taman di pekarangan ini akan terus dikembangkan. Harapannya, potensi yang ada bisa meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Sukolilo Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.

“Yang juga dibutuhkan saat ini, adanya keterlibatan pihak-pihak lain seperti BUMDes untuk selalu berperan aktif mendorong kegiatan budidaya rumput taman ini. Mulai dari proses produksi sampai distribusi agar dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan warga desa,” pungkasnya.

Pewarta: Ali Bisri

Redaktur: N Ratri

    Kanal Terkait