Pelayanan Pasien RSUD Jombang Terganggu, Akibat Ratusan Nakes Terpapar Covid - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Minimalisir Kasus Kematian, Dinkes Kota Malang Imbau Pasien Isoman Aktif Lapor Puskesmas
Ilustrasi Virus Covid-19 (Foto: Pixabay.com)
BERITA Kanal Straight

Pelayanan Pasien RSUD Jombang Terganggu, Akibat Ratusan Nakes Terpapar Covid

Satukanal.com, Jombang – Ratusan tenaga kesahatan (Nakes) di RSUD Kabupaten Jombang terpapar Covid 19. Dampaknya pelayanan di rumah sakit terganggu karena nakes yang bertugas berkurang.

Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran mengatakan, ratusan nakes di RSUD Jombang yang terpapar Covid 19 tidak lepas dari sebaran baru Covid varian Delta yang marak di Indonesia. Tercatat, sedikitnya dari 1.400 nakes di rumah sakit, ratusan terpapar Covid 19.

Jumlah ini tidak serta merta langsung naik, melainkan bertahap. Awalnya sekitar 60 nakes, naik menjadi 160, 170 hingga mencapai ratusan. Kurang lebih sekitar 200 nakes yang terpapar. Perawatan nya pun berbeda, sebagian besar menjalani Isolasi Mandiri (Isoman).

Baca Juga :  70 Peserta Masa Sanggah CASN Jombang Lolos Tahap Administrasi

“Sebagian besar isoman, ada beberapa saja yang dirawat di rumah sakit. Lima orang nakes saja yang dirawat,” ucapnya pada wartawan pada Rabu (28/7/2021).

Pudji menjabarkan, bagi nakes yang bergejala ringan dan menjalani isoman tetap dalam pengawasan dan pengobatan oleg tim yang sudah pihaknya siapkan. Karena banyaknya nakes yang terpapar Covid 19, berimbas pada tidak stabilnya pelayanan di rumah sakit.

Banyaknya nakes yang terpapar menimbulkan pertanyaan, darimana nakes ini terpapar. Menjawab itu, Pudji sendiri belun dapat memastikan darimana nakesnya terpapar.

Baca Juga :  Warung 'Bekpe' Tempat Ngopi Para Santri di Jombang, Berdiri Sejak 1988

Jika ada spekulasi para nakes terpapar saat menangani pasien, dikatakannya kecil kemungkinan, karena saat penanganan nakes menggunakan APD (Alat Pelindung Diri). “Bisa dari luar, dari teman-teman atau keluarga,” ujarnya

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya bergerak melakukan penataan serta merekrut tambahan tenaga relawan dari mahasiswa Stikes (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan) tingkat akhir.

“Karena pelayanan di rumah sakit tidak boleh berhenti, jadi tambahan tenaga sangat dibutuhkan. Nantinya tenaga baru dari relawan akan tetap mendapat pengawasan dari senior yang sudah punya pengalaman,” pungkasnya.

 

Pewarta: Anggit Puji

Editor: Ubaidhillah

Kanal Terkait