Peduli Literasi, Pemuda di Jombang Gagas Pustaka Kampung - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Peduli Literasi, Pemuda di Jombang Gagas Pustaka Kampung
Putaka Kampung gagasan pemuda di Jombang (Foto: Anggit Puji/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Straight

Peduli Literasi, Pemuda di Jombang Gagas Pustaka Kampung

Satukanal.com, Jombang – Di tengah pandemi dan masa belajar Daring, beberapa remaja di Dusun Dukuhsari, Desa Janti, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang menggagas pustaka kampung. Fasilitas belajar itu dibentuk untuk menjauhkan anak dari Gadget.

Bayu (21 tahun) penggagas pustaka kampung menyebut, rutinitas anak di desa saat ini yang lebih memilih bermain smartphone daripada membaca membuat ia tergugah untuk menyediakan tempat baca dan belajar secara gratis.

Mengusung konsep perpustakaan keliling, pustaka kampung menyasar anak-anak Pendidikan Usia Dini (PAUD) dan anak Sekolah Dasar (SD).

“Melihat anak-anak sekarang ini banyak main Hp dan juga jarang lah baca buku, jadi saya bersama pemuda dusun ada gagasan untuk buat pustaka kampung,” ucapnya pada Rabu (18/8/2021).

Bayu menjelaskan, selain kurangnya minat literasi, pandemi Covid-19 juga menjadi alasan, ia berani menggagas dan eksekusi pustaka kampung ini.

Baca Juga :  Digitalisasi di Semua Aspek, Pemkab Mojokerto Launching 4 Inovasi Baru

“Awalnya pada bulan Maret tahun lalu, saat ini. Pertama itu hanya ada tiga orang yang membantu, namun seiring berjalannya waktu semakin banyak yang bergabung, sekarang sudah ada 20 remaja sekitar,” katanya.

Buku yang disediakan juga beragam. Mulai dari buku anak-anak, buku pemikiran, filsafat dan keilmuan. Teknisnya, setiap satu minggu sekali buku-buku akan ditempatkan di tiap titik berbeda dan keliling ke rumah-rumah warga.

“Setiap seminggu sekali buku ini keliling, jadi tidak di satu tempat saja. Tujuannya agar bisa menjamah setiap sudut di dusun, biar anak-anak atau masyarakat yang letaknya agak jauh bisa terjamah juga,” jelasnya.

Ia melanjutkan, agar kegiatan ini terus berlanjut, dengan mengandalkan donasi dari warga serta juga iuran anggota, uang yang terkumpul kemudian digunakan untuk membeli konsumsi dan buku bacaan.

“Selain dari iuran, kita juga buka donasi buku di media sosial. Lewat Instagram dan Facebook,” ujar remaja yang bekerja sebagai cleaning servis di salah satu sekolah di Mojoagung ini.

Baca Juga :  Bukti Komitmen Untuk Masyarakat, Pemkab Blitar Lakukan Nota Kesepahaman Bersama Lintas Sektor Instansi Vertikal dan Ormas

Sekarang, inventaris buku yang tersimpan sudah mencapai ratusan buku. Setiap hari sabtu atau minggu pukul 07.00 WIB sampai sore 16.00 WIB, para remaja ini keliling ke setiap sudut dusun untuk membuka lapaknya.

Buku-buku kemudian ditata di atas meja yang kemudian diserbu bukan hanya anak-anak, bahkan orang tua pun turut ambil bagian. Kumpulan kata-kata motivasi belajar yang dijejer dan terpampang di atas tembok dan sekitar lapak semakin membuat aura untuk belajar meningkat.

“Buku bisa dibawa pulang, bisa dibaca di tempat. Kalau di bawa pulang boleh tanpa bayar tapi harus dikembalikan minggu depannya lagi saat lapak dibuka,” pungkasnya.

 

 

 

Pewarta: Anggit Puji 
Editor: Ubaidhillah 

Kanal Terkait