Pasokan Susu Melimpah, Bocek Dijuluki Jadi Desa Potensial - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Pasokan Susu Melimpah, Bocek Dijuluki Jadi Desa Potensial
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Pasokan Susu Melimpah, Bocek Dijuluki Jadi Desa Potensial

Satukanal.com, MalangKabupaten Malang tepatnya di Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, menjadi salah satu wilayah pemasok susu dari sapi perah dengan kualitas yang terbilang bagus dan stabil.

Secara geografis Desa Bocek terletak pada posisi 7°21′-7°31′ Lintang Selatan dan 110°10′-111°40′ Bujur Timur. Topografi ketinggian desa ini adalah berupa daratan sedang yaitu sekitar 715 meter di atas permukaan air laut.

Luas Wilayah Desa Bocek adalah 1.478.741 Ha, luas lahan yang ada terbagi ke dalam beberapa peruntukan, yang dapat dikelompokkan seperti untuk fasilitas umum, pemukiman, pertanian, perkebunan, pabrik, kegiatan ekonomi dan lain-lain.

Sementara itu, unit sapi perah yang ada di desa Bocek bermula sejak tahun 1981. Desa Bocek juga menjadi salah satu wilayah yang memiliki potensi terbilang bagus. Bahkan, unit sapi perah Bocek menempati urutan dua teratas dari rangking keuntungan unit di Koperasi Unit Desa (KUD) Karangploso.

Peternakan sapi perah yang ada di Karangploso juga sudah menunjukkan perkembangan sejak bergabung dengan KUD setempat. Bahkan KUD Karangploso bisa menjadi pemasok bagi salah satu pabrik besar yang memproduksi berbagai produk susu yaitu Nestle.

Baca Juga :  Wadahi Para Seniman, Upaya Pemkab Wujudkan Kabupaten Malang Spirit Unity In Diversity

Selain menyalurkan perolehan susu sapinya kepada KUD Karangploso, banyak dari peternak desa Bocek yang ikut mengelola hasil susu sapinya secara pribadi.

Sebagai informasi, stok susu dari KUD Karangploso diambil per hari oleh Nestle. Adapun untuk jumlahnya mencapai 6 ton per hari, yang dikumpulkan di pos penampungan susu desa pada pagi hari (06.15-07.15 WIB) dan sore hari (15.30-16.15 WIB).

Berdirinya KUD Karangploso ditengah Desa Bocek juga sudah populer bagi masyarakat setempat. Terutama yang berprofesi sebagai peternak sapi perah maupun petani lainnya, karena dari situlah mereka bisa mendapatkan penghasilan dari usahanya sebagai peternak sapi perah.

Para peternak sapi perah di desa Bocek biasanya dari masing-masing peternak telah memiliki minimal 5 ekor sapi untuk dimanfaatkan susunya.

Selain itu, desa Bocek juga memiliki kelompok peternak sapi perah yang beranggotakan kurang lebih 35 anggota. Para anggota memelihara sendiri sapi perahnya di rumah masing-masing, sehingga pemeliharaannya pun juga dilakukan sendiri-sendiri.

Lalu ada pula peternak yang sudah menggunakan mesin pemerah untuk mengumpulkan stok susu sapi. Sehingga, hal tersebut dapat meningkatkan produksi susu sapi tiap harinya. Hingga kini, jumlah peternak sapi perah di Bocek kian bertambah setiap waktunya.

Baca Juga :  Tingkat Penyebaran Melandai, Bupati Malang Tetap Kebut RS Darurat Covid-19

Perolehan susu sapi dari para peternak setempat dapat naik turun tiap harinya. Adapun beberapa kendala yang dirasakan para peternak setempat salah satunya, apabila musim kemarau telah tiba, para peternak akan kesulitan mendapatkan pasokan makanan untuk sapi-sapinya.

Kendala lain yang sering dirasakan adalah, faktor naiknya harga pakan dan turunnya harga susu. Hal ini dikarenakan, tidak semua peternak sapi memiliki lahan untuk memperoleh rumput-rumput sebagai makanan sehari-hari sapinya. Akibatnya, beberapa kendala tersebut menyebabkan turunya produksi susu sapi.

Sebagai informasi, melihat potensi susu sapi yang melimpah di desa Bocek tersebut, Pemerintah pusat juga turut memberikan bantuan sapi perah guna meningkatkan produksi susu tiap harinya.

Adanya produksi susu sapi yang melimpah tersebut, Provinsi Jawa Timur kini telah dikenal dengan potensi sapi perahnya, bahkan menjadi salah satu sentra sapi perah nasional.

 

 

 

 

 

Pewarta : Naviska
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait