Pasca Lebaran, Kondisi Vila Songgoriti Berangsur Normal - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Pasca Lebaran, Songgoriti Berangsur Normal
Suasana wilayah Songgoriti di malam hari tampak lenggang, hanya beberapa kendaraan yang terlihat berlalu lalang/foto: Wildan Agta, Satukanal.com
BERITA Kanal Artikel

Pasca Lebaran, Kondisi Vila Songgoriti Berangsur Normal

Satukanal.com, Batu – Seiring berjalannya waktu, Songgoriti kini mulai kembali normal pasca lebaran. Daerah wisata yang berada di Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu itu sempat senyap beberapa saat lalu.

Berbagai peraturan yang diciptakan pemerintah untuk mencegah mewabahnya virus Covid-19 jadi salah satu alasan. Sontak sangat berdampak juga pada seluruh penginapan yang ada. Meski terbilang masih sepi, tetap ada peningkatan jumlah pengunjung walau tidak banyak.

“Kalau sekarang dalam sehari sudah bisa dapat 3 sampai 4 orang, tapi itu jarang. Bisa seperti itu ketika weekend saja,” ucap Kasmadi, salah satu tukang ojek pengantar tamu Jumat (21/5).

Saat ditemu tim Satukanal.com, Kasmadi menyampaikan bahwa beberapa bulan yang lalu kondisi di Songgoriti lebih tragis. Dalam sehari, ia lebih sering tidak mendapatkan pelanggan sama sekali.

Tuntutan untuk tetap memberikan setoran terhadap villa yang melakukan kerja sama menjadi keluhan. Padahal, di saat normal dia bisa menerima tiga tamu hanya dengan kurun waktu enam jam.

Baca Juga :  Lulusan SD Luar Kota Boleh Ikut PPDB Prestasi Nilai Rapor

“Ya kalau dengan villa, saling pengertian saja. Asalkan kami tetap bisa makan dan diberi kesehatan, dijalani saja seadanya,” ungkapnya.

Menurutnya, adanya pembatasan entah berskala kecil maupun besar tentu berdampak pada wisatawan. Banyak diantara mereka jadi takut untuk berkunjung karena keruwetan regulasi.

Salah satu pemilik villa, Hendro Susanto juga mengatakan kesulitannya dalam menghadapi kondisi beberapa bulan ke belakang. “Perih rasanya kalau sekarang. Tidak ada wisatawan yang datang, ya siapa yang mau menginap,” tuturnya.

Sekarang, per-harinya ada satu tamu menginap saja sudah baik menurutnya. Padahal momen libur lebaran normalnya merupakan ajang panen. Hendra dituntut untuk memutar otak untuk tetap bisa bertahan di kondisi ini.

Baca Juga :  200 Motor Tua Terpajang di Museum Klasik Ala Siswa SMK

Biaya perawatan kamar juga biaya kehidupan sehari-hari berusaha dijaganya agar terus bisa berjalan. “Kami disini hanya diutungkan karena tidak perlu membayar karyawan. Semua dikerjakan oleh pemilik villa sendiri,” paparnya.

Tetapi, pendapatan tersebut menurutnya hanya bisa dipergunakan untuk makan tanpa memenuhi kebutuhan lain. “Ekonomi semua orang sedang tidak sehat, bagaimana mau rekreasi apalagi menginap. Mending dibuat makan,” jelasnya sambil tertawa.

Menurutnya, langkah yang diambil oleh pemerintah sudah baik guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Namun, mereka lupa akan dampak dari keputusan yang dibuat. Tidak ada pemikiran lebih lanjut akan dampak ekonomi dari sektor yang terimbas secara langsung.

“Kami tidak minta bantuan, hanya ingin memiliki pendapatan. Kalau sepi seperti ini mau dapat dari mana?,” tutupnya.

Pewarta : Wildan Agta
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait