Pasca Banjir Sooko, Bupati Mojokerto Himbau Tak Buang Sampah ke Sungai dan Ajak Warga Kerja Bakti Bersama - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Pasca Banjir Sooko, Bupati Mojokerto Himbau Tak Buang Sampah ke Sungai dan Ajak Warga Kerja Bakti Bersama
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Pasca Banjir Sooko, Bupati Mojokerto Himbau Tak Buang Sampah ke Sungai dan Ajak Warga Kerja Bakti Bersama

Satukanal.com, Mojokerto – Pada Rabu (6/1/2021) lalu, bencana banjir sempat menggenangi kawasan Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Banjir yang merendam permukiman penduduk tersebut mencapai ketinggian 27 sentimeter hingga 45 sentimeter. Terjadinya banjir juga menghambat jalannya aktivitas mata pencaharian warga seperti ternak ikan lele.

Namun, kini banjir dikawasan tersebut sudah mulai surut dan aktivitas para warga juga kembali normal. Sebagai upaya tanggap bencana agar banjir tidak lagi menerjang kawasan tersebut, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati didampingi Pj. Sekdakab Didik Chusnul Yakin, OPD, Forkopimca dan masyarakat, melaksanakan kerja bakti.

Kegiatan kerja bakti tersebut dilakukan pada Minggu (7/3/2021) guna membersihkan beberapa titik bantaran sungai wilayah Kecamatan Sooko. Mulai aliran Sungai Brangkal Jl. Wijaya Kusuma Barat, Desa Sambiroto, Desa Jampirogo, dan Desa Japan.

Baca Juga :  Gubernur Jatim Instruksikan Perluasan dan Percepatan Digitalisasi Daerah

Untuk menindaklanjuti berbagi laporan yang ada, Bupati Ikfina mengajak OPD terkait untuk bergerak cepat melaksanakan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Provinsi Jawa Timur untuk aksi penanganan.

“Sekali lagi ,Saya minta semuanya dikoordinasikan, terutama dengan tim BBWS Provinsi Jawa Timur. Kita harus gerak cepat untuk penanganan ini. Kebersihan lingkungan juga menjadi kunci penting.” Ungkapnya.

Bupati Ikfina juga menekankan pada seluruh masyarakat, untuk ikut berperan menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak membuang sampah di sungai. Selain menyebabkan banjir, sampah dapat mengganggu ekosistem dan mempengaruhi suplai ketersediaan sumber air bersih.

“Apalagi di buang ke sungai maka akibatnya aliran sungai menjadi terhambat dan berakibat Banjir. Jika banjir sudah melanda maka tidak hanya menggenangi permukiman warga, tapi juga menghambat jalannya aktivitas mata pencaharian warga,” jelas Bupati.

Baca Juga :  Mayang Rontek, Tarian Khas Mojokerto Menyiratkan Nilai Filosofis Kehidupan

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Mojokerto memberi bantuan tanggap darurat perbaikan tanggul untuk beberapa desa terdampak. Antara lain 4.000 lembar karung glangsing dan 20 lembar gedek guling (Desa Sambiroto), 1.000 lembar karung glangsing (Desa Jampirogo), 3.000 lembar karung glangsing, 20 lembar gedek guling, beras 100 kg dan 3 dus lauk pauk (Desa Sooko), dan 1.500 lembar karung glangsing (Desa Ngingasrembyong).

Pada kerja bakti bersama kali ini, beberapa daerah terdampak banjir dan longsor sepanjang aliran sungai, kembali mendapatkan bantuan 9.000 karung glangsing dari BPBD Kabupaten Mojokerto. Menanggapi berbagai sumbang saran di lapangan dari masyarakat, Bupati Ikfina menyampaikan akan mengkaji usulan pembangunan jembatan dua arah untuk mencegah bencana agar tidak terulang.

Pewarta : Naviska Rahmadani
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait