Partisipasi Pemilih Rendah, Parpol Belum Aktif Beri Pendidikan Politik | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Anwar Anshori KPU Kabupaten Kediri
Divisi Teknis KPU Kabupaten Kediri Anwar Anshori. (Foto: Isnatul Chasanah)
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Partisipasi Pemilih Rendah, Parpol Belum Aktif Beri Pendidikan Politik

SATUKANAL, KEDIRI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri punya PR berat, yakni meningkatkan partisipasi pemilih di Pilkada 2020. Sebab, penelusuran historis pada Pilkada lima tahun lalu, angka partisipasi masyarakat hanya di kisaran 60 persen.

Padahal, indikator kesuksesan terbesar pemilihan umum (pemilu) adalah partisipasi masyarakat. Hal tersebut disampaikan Divisi Teknis KPU Kabupaten Kediri Anwar Anshori.

Anwar menyampaikan, jelang Pilkada 2020, KPU menaruh harapan tinggi pada partai politik (parpol) dalam penyelenggaraan pendidikan pemilih. Lembaga penyelenggara pemilu tersebut berharap parpol dapat berbagi tugas dalam memberikan pendidikan politik di masyarakat.

“Kalau KPU selama ini memang aktif memberi sosialisasi pendidikan pemilu pada pemilih. Tapi tentu kami tak bisa meng-cover semua komunitas atau kelompok masyarakat,” jelas Anwar.

Baca Juga :  Tim Advokasi Paslon 01 YURIZ Menarik Diri, Enggan Bertanggung Jawab Dalam Hal Apapun Pasca Pilkada Banyuwangi

Jika KPU memiliki program kerja sosialisasi pemilu pada pemilih, di mata KPU parpol justru sebaliknya. Belum semua parpol di Kabupaten Kediri menyelenggarakan pendidikan ke masyarakat. Menurut catatan KPU, parpol yang telah memberikan pendidikan politik sejauh ini hanya Partai Nasdem.

Padahal, jika pemberian pendidikan politik dilakukan secara masif dan konsisten, masyarakat dapat memberikan sejumlah keuntungan. Misalnya, untuk menjaga konsistensi jumlah pendukung parpol.

“Hal hal seperti itu alangkah baiknya semua parpol melakukan. Jangan hanya sekali, tapi betul-betul berjenjang. Sehingga, parpol dalam sisi pengkaderan betul-betul maksimal,” tegas Anwar.

Kader potensial tersebut mampu berpengaruh di masyarakat sesuai dengan misi parpol. Selain itu, gerakan pendidikan politik oleh parpol ke masyarakat akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap parpol.

Baca Juga :  Tim Advokasi Paslon 01 YURIZ Menarik Diri, Enggan Bertanggung Jawab Dalam Hal Apapun Pasca Pilkada Banyuwangi

“Imbasnya, peningkatan partisipasi masyarakat pada pemilihan umum,” ujar mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam ini.

Peneliti Litbang Satukanal Fatkhurrohman mengatakan salah satu faktor menurunnya partisipasi masyarakat juga disebabkan oleh polarisasi dan konflik antar pendukung 01 dan 02 di Pemilu 2019.

Sehingga, orang-orang kelas menengah yang sadar politik cenderung kehilangan minat mencoblos. “Faktor kedua, kita harus lihat orang-orang yang merantau untuk kerja atau kuliah, untuk mengurus pindah pilih minat dan kesadarannya seperti apa,” ungkap Fatkhur.

Nasdem mengadakan pendidikan politik pada kader-kadernya di tingkatan pimpinan anak cabang (PAC). KPU turut hadir menjadi pembicara pada agenda yang digelar Desember 2019 lalu.

Pewarta: Isnatul Chasanah

Redaktur: N Ratri

    Kanal Terkait