Partisipasi Pemilih Milenial di Malang Masih Minim - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA

Partisipasi Pemilih Milenial di Malang Masih Minim

Pemilih milenial memiliki potensi suara signifikan dalam Pemilu Presiden (Pilpres) dan Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 mendatang. Di Kota Malang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat jumlah pemilih milenial mencapai 27 persen dari jumlah pemilih. Hanya saja, tingkat partisipasinya dalam memberikan suara masih dinilai minim.

Ketua KPU Kota Malang Zaenudin mengungkapkan, daftar pemilih tetap (DPT) hasil perbaikan di wilayah tersebut mencapai 623.185 orang. “Data pemilih milenial atau yang usianya sampai 30 tahun di Kota Malang mencapai 27 persen, atau sekitar 170 ribu orang,” ujar Zaenudin saat ditemui di kantor KPU Kota Malang, Jalan Bantaran, hari ini (18/3/2019).

Jumlah tersebut, lanjutnya, bertambah dibanding ketika pelaksanaan Pilkada Kota Malang, Juni 2018 lalu. Meski demikian, KPU belum memiliki data detail terkait jumlah pemilih milenial yang menggunakan hak pilihnya. “Kami nggak bisa identifikasi (jumlah milenial) yang menggunakan hak pilih kemarin. Kalau melihat Pilkada kemarin, angka partisipasinya rata-rata kurang dari 65 persen. Itu masih jauh dari target,” sebutnya.

Baca Juga :  Bioskop di Malang Sudah Boleh Buka

Zaenudin mengungkapkan, pihak KPU berupaya terus melakukan pendekatan agar pemilih milenial tidak golput alias tidak menggunakan suaranya. “Menjadi concern kami untuk terus melakukan sosialisasi pada mereka. Saat ini ada 50 orang Relawan Demokrasi yang kami rekrut untuk masuk ke sekmen itu,” tuturnya.

Selain itu, KPU juga menggelar berbagai kegiatan yang berupaya menarik partisipasi generasi muda. “Nanti ada KPU Run dan perlombaan Flash Mob dan Jingle KPU, hingga Gebyar Pemilu di Stadion Gajayana. Kami juga bekerja sama dengan MCF (Malang Creative Fusion) dan musisi-musisi. Ini juga menjadi rangkaian Hari Jadi Kota Malang,” terangnya.

Baca Juga :  Area Wisata di Kota Malang Diuji Coba, Siapkan Protokol Kesehatan dan PeduliLindungi

Pemilih milenial tersebut, juga didominasi oleh para pelajar dan mahasiswa. Pihak KPU Kota Malang juga sudah membuka layanan pindah pilih sebanyak dua gelombang. “Permintaan pindah pilih atau dokumen A5 gelombang kedua sudah ditutup 17 Maret lalu, tapi saat ini datanya masih direkapitulasi di masing-masing kecamatan,” sebutnya.

Berdasarkan pembukaan pindah pilih gelombang pertama, Zaenudin menyebut ada tambahan pemilih sekitar 6 ribu orang dari kalangan milenial. “Tapi saat pencoblosan nanti tidak ada penambahan TPS (tempat pemungutan suara) di kampus. Karena mereka (mahasiswa pendatang) kami distribusikan ke kelurahan-kelurahan sesuai alamat indekosnya,” pungkas Zaenudin.

Kanal Terkait