SATUKANAL.COM
Pariwisata Kabupaten Kediri
EKONOMI STRAIGHT NEWS

Pariwisata di Kabupaten Kediri Masih Bersiap Menghadapi Era New Normal

SATUKANAL, KEDIRI – Di tengah pandemi COVID-19, sektor pariwisata di Kabupaten Kediri sebagian besar mengalami penutupan yang menyebabkan pengurangan jumlah pengunjung maupun aktivitas ekonomi masyarakat daerah di sekitar wisata, sehingga perekonomian daerah juga terancam mengalami kemerosotan yang cukup drastis.

Sejalan dengan hal tersebut, kebijakan new normal juga masih dipertimbangkan oleh Pemerintah Kabupaten Kediri sebagai strategi untuk membangkitkan ekonomi daerah melalui beroperasinya kembali wisata-wisata di Kabupaten Kediri sembari mempersiapkan hal-hal yag dibutuhkan untuk melaksanakan protokol kesehatan pariwisata.

Saat ini Kabupaten Kediri digolongkan dalam zona jingga atau daerah dengan risiko sedang penularan COVID-19. Di sisi lain, pariwisata di Kabupaten Kediri merupakan tujuan utama wisatawan yang berkunjung, baik wisatawan dari dalam maupun luar wilayah Kabupaten Kediri.

Sehingga, pembukaan pariwisata di Kabupaten Kediri dikhawatirkan akan menyebabkan lonjakan kasus positif COVID-19 dan menciptakan kluster-kluster baru kasus positif COVID-19, khususnya di Jawa Timur.

Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno dalam kunjungannya di Kampung Anggrek, Desa Sempu, Kecamatan Ngancar (22/6/2020), menyebutkan bahwa saat ini pemerintah masih fokus dalam penanganan COVID-19 dengan mempertimbangkan berbagai hal terkait dengan pembatasan ruang publik.

Walaupun tren perkembangan kasus positif COVID-19 di Kabupaten Kediri menunjukkan peningkatan untuk pasien sembuh, namun jumlah pasien positif COVID-19 juga masih terus bertambah. Tercatat pada hari ini (24/08/2020), pasien dengan kasus konfirmasi dirawat di Kabupaten Kediri ialah sebanyak 75 pasien, mengalami penurunan sekitar 46,3% dari jumlah pasien pada akhir Juli, yakni dengan jumlah 162 pasien.

Sementara pada grafik pasien suspek aktif masih mengalami naik turun dan angka kasus probable cenderung stabil.

Baca Juga :  UTD PMI Kabupaten Kediri Mulai Lakukan Jemput Bola Pendonor Darah

Sebagai pencegahan penularan COVID-19, sampai sekarang penutupan sementara masih berlaku di berbagai obyek wisata di Kabupaten Kediri seperti, Wisata Gunung Kelud dan Monumen Simpang Lima Gumul. Hal tersebut merupakan langkah tepat untuk mencegah penularan COVID-19 di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Kediri, mengingat antusias masyarakat untuk berwisata saat ini cenderung meningkat.

Hingga saat ini, pemerintah daerah terus melakukan upaya pematangan kebijakan terkait dengan aturan-aturan pada setiap instansi, termasuk dalam pengelolaan pariwisata di Kabupaten Kediri. Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas wisata yang aman dan nyaman, maka terdapat beberapa hal yang patut diperhatikan dan dipersiapkan bagi wisata-wisata di Kabupaten Kediri dalam menghadapi new normal.

  1. Pematangan Kebijakan terkait Protokol Kesehatan Pariwisata
    Pemerintah Kabupaten Kediri memiliki peran penting dalam penerapan protokol kesehatan di kalangan masyarakat, termasuk dalam penertiban di wisata-wisata di Kabupaten Kediri. Hal ini juga dilakukan untuk menekan penularan COVID-19 sembari menunggu rumusan (draft) protokol kesehatan terkait dengan pencegahan penularan COVID-19 dari Dinas Pariwisata Jawa Timur yang akan menjadi acuan bagi wisata-wisata yang nanti dibuka.
    Selain itu, penerapan protokol kesehatan di tempat wisata juga sangat penting untuk dilakukan, seperti dengan menyediakan tempat-tempat untuk cuci tangan maupun hand sanitizer di titik-titik tertentu dan poster-poster maupun peringatan yang berisikan tentang hidup sehat.Kepatuhan dan Kedisiplinan Masyarakat terhadap Protokol Kesehatan
  2. Dalam hal ini, Pemerintah Kabupaten Kediri lagi-lagi memiliki peran penting dalam menggugah kesadaran masyarakat untuk hidup sehat. Hal ini tentu bertujuan untuk menciptakan kepatuhan dan kedisiplinan masyarakat, khususnya wisatawan maupun warga desa wisata, dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19 di wisata-wisata di Kabupaten Kediri. Selain itu, sosialisasi terkait dengan protokol kesehatan terkait pencegahan penularan COVID-19 juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membiasakan hidup sehat serta mengurangi risiko penularan COVID-19, mulai dari kebiasaan mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak antar individu.
  3. Pemanfaatan Teknologi dalam Pemasaran Produk Hasil dari Desa Wisata
    Untuk mengurangi kerugian ekonomi akibat mandeknya sumber penghasilan dari sektor wisata, masyarakat dapat menjual produk-produk unggulan di wisata terkait dengan memanfaatkan platform-platform penjualan online (e-commerce) maupun media sosial untuk memperkenalkan serta memasarkan produk. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut, wisata-wisata maupun produk-produk unggulan dari setiap daerah wisata tersebut dapat dikenal oleh masyarakat dari luar daerah hingga mancanegara.
  4. Perawatan Wisata Secara Rutin
    Walaupun sebagian besar wisata ditutup, namun pemerintah maupun pelaku usaha wisata perlu untuk tetap melakukan perawatan wisata secara rutin. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga kualitas dan kenyamanan wisata agar siap dikunjungi jika setiap saat dibuka. Sebagai persiapan, obyek-obyek wisata yang ada juga harus mampu menerapkan protokol kesehatan, termasuk menyediakan fasilitas-fasilitas yang mendukung penerapan protokol kesehatan tersebut.
Baca Juga :  Menko PMK Apresiasi Pengadaan Mesin PCR di RS Kabupaten Kediri

Sebagai pencegahan penularan COVID-19, peraturan terkait dengan pengelolaan pariwisata di era new normal ini nantinya diharapkan mampu menciptakan sektor wisata yang benar-benar aman bagi para wisatawan.

Sementara hal yang sangat penting dalam penerapan protokol kesehatan pariwisata ini ialah dengan menggugah kedisiplinan masyarakat (warga desa wisata maupun wisatawan) sebagai upaya pencegahan dan mengurangi risiko penularan COVID-19. Sehingga, dibukanya kembali aktivitas di sektor pariwisata ini diharapkan mampu mendongkrak perekonomian daerah Kabupaten Kediri.

Kontributor: Khoirun Nisak
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait