SATUKANAL.COM
BERITA HIGHLIGHT RISET

Para Ahli Peringatkan Virus Corona Mungkin Menyebar Tidak Terdeteksi di Indonesia dan Thailand

SATUKANAL – Jumlah kasus virus corona yang dilaporkan di Indonesia dan Thailand jauh di bawah yang diperkirakan para ilmuwan. Meskipun, dua negara itu secara geografis relatif dekat dengan Kota Wuhan di China yang merupakan pusat penyebaran virus tersebut.

Hal itu menimbulkan kekhawatiran, bahwa virus corona mungkin menyebar tidak terdeteksi di Indonesia dan Thailand. Persebaran itu juga berpotensi menambah korban pada wabah yang sejauh ini telah membunuh lebih dari 600 orang dan membuat lebih dari 31.000 orang sakit.

“Indonesia telah melaporkan nol kasus, dan Anda akan mengharapkan sudah melihat beberapa kasus,” kata ahli epidemiologi Marc Lipsitch di Harvard TH Chan School of Public Health, co-penulis penelitian baru yang diposting di medRxiv.

Thailand telah melaporkan 25 kasus. “Tetapi Anda akan mengharapkan lebih banyak,” tambahnya.

Kamboja hanya melaporkan satu kasus, yang menurut Lipsitch cukup memungkinkan. Namun, laporan itu juga tidak sepenuhnya melampaui harapan.

Penelitian ini didasarkan pada perkiraan jumlah rata-rata penumpang pesawat terbang dari Wuhan ke kota-kota lain di seluruh dunia. Lebih banyak penumpang, mungkin akan berarti lebih banyak kasus.

Tidak Terdeteksi?

Sistem kesehatan di Indonesia dan Thailand mungkin tidak mendapati kasus positif virus corona. Hal itu menurut Lipsitch justru dapat menciptakan masalah bagi seluruh dunia.

“Kasus-kasus yang tidak terdeteksi di negara mana pun berpotensi menyebarkan epidemi di negara-negara itu,” tambahnya. Bahkan, persebaran bisa meluas hingga keluar perbatasan negara itu.

Penelitian kelompok Lipsitch adalah salah satu dari tiga studi baru-baru yang menyatakan bahwa virus itu kemungkinan mencapai Indonesia. Namun, tidak satu pun dari studi ini yang melalui proses ilmiah normal yang ditinjau oleh para ahli dari luar.

Selama wabah yang bergerak cepat ini, para peneliti telah mengunggah temuan secara online dan pada server pracetak untuk membagikan informasi yang bermanfaat. Para ahli mengingatkan bahwa publikasi ini harus diambil dengan ekstra hati-hati.

Tetapi para peneliti yang dihubungi oleh VOA mengatakan temuan itu masuk akal dan membantu menjawab beberapa pertanyaan yang masih ada.

Di China, jumlah orang yang terinfeksi telah meningkat setiap hari. Tapi di luar China, wabah virus corona hampir tidak bergerak. Pola wabah ini juga telah membingungkan para ahli kesehatan.

Di mana Virus Corona?

“[Penelitian] ini memperoleh hasil, saya pikir, sebuah pertanyaan signifikan yang muncul yaitu: di mana kasus-kasus ini,” kata virolog Christopher Mores di Milken Institute School of Public Health University, yang tidak terlibat dalam penelitian.

“Itu karena transmisi terbukti berbeda di luar zona wabah utama untuk beberapa alasan yang belum dijelaskan,” kata Mores.

“Atau kita tidak menangkap dan menghitungnya, dan ada kegagalan untuk mendeteksi,” lanjutnya.

Indonesia, Thailand dan Kamboja menyaring pelancong dari Tiongkok di perbatasan.

“Negara-negara berkembang seperti Indonesia dan Tahiland bukan satu-satunya tempat yang memiliki kekurangan dalam sistem kesehatan publik,” kata epidemiolog Art Reingold di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas California-Berkeley.

“Saya tidak ingin orang berpikir orang lain melakukan pekerjaan dengan baik. Kita perlu meningkatkan banyak hal di banyak tempat,” tambahnya. Peningkatan itu tidak hanya di negara berkembang.

Beberapa negara juga mulai memutuskan hubungan dengan China dengan harapan mencegah penyakit. Mores mengatakan, langkah-langkah itu mungkin tidak membantu jika virus menyebar di bawah pengawasan di negara-negara yang tidak terdampak virus.

“Pasti ada banyak tempat, terutama di negara berkembang, yang tidak akan dapat menutup ekonomi mereka karena wabah virus corona ini,” katanya.

“Dan bahayanya adalah negara-negara itu bahkan lebih rentan karena sistem kesehatan masyarakat yang lebih lemah,” pungkasnya.

Pewarta: (Mg) Mochamad Hari Romansyah
Redaktur: N Ratri
Sumber: voanews.com

Kanal Terkait