Pandemi, Peminat Ibadah Umrah di Kota Blitar Turun - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
D107E312-E447-4735-8276-2A60B62E4E45-7be72334
Salah Satu Biro Umrah Di Kota Blitar (Bahtiar)
BERITA Kanal Straight

Pandemi, Peminat Ibadah Umrah di Kota Blitar Turun

Satukanal.com, Blitar – Kebijakan Pemerintah untuk memberangkatkan kembali jamaah umroh ke Arab Saudi pada tahun ini, disambut suka cita oleh para penyedia atau biro layanan umrah di Kota Blitar.

Namun demikian, antusias masyarakat yang mendaftar untuk berangkat ibadah umroh di Kota Blitar masih sepi peminat. Bahkan, Pada Januari 2022 ini, belum ada satu pun calon jamaah yang mendaftar.

“Tahun ini, jamaah umroh sudah dibuka kembali, tapi peminatnya masih kurang,” kata Rahmawati, staf salah satu Biro Umrah dan Haji di kelurahan bendogerit, Kecamatan sananwetan, Kota Blitar (13/1/2022).

Selain itu kata Rahma, calon jamaah umroh dari Blitar memang masih sepi peminat di bandingkan kondisi normal sebelum pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Marak Pencurian Pakaian Dalam Wanita di Kelurahan Kanigoro, Korban: Sudah Hilang Selusin

Padahal sebelum pandemi, rata-rata ada empat calon jamaah umrah dari Blitar yang diberangkatkan ke Arab Saudi.

“Ini peminatnya belum normal, padahal kan sudah dibuka kembali oleh pemerintah,” katanya.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi sepinya peminat ibadah umroh di masa pandemi Covid-19, salah satunya terkait biaya.

Biaya umroh di masa pandemi Covid-19 lebih mahal bahkan bisa dua kali lipat dari biaya umroh ketika kondisi normal, karena ada tambahan biaya karantina.

Ketika kondisi normal, biaya umrah sekitar Rp 25 juta. Tapi, di masa pandemi ini, biaya umrah bisa mencapai Rp 40 juta. Para calon jamaah di masa pandemi Covid-19 harus menjalani karantina saat tiba di Arab Saudi dan di Jakarta.

Baca Juga :  Diduga Korsleting Listrik, Kafe dan Karaoke di Kota Blitar Terbakar

“Begitu tiba di Arab Saudi, jamaah dikarantina selama tujuh hari. Ketika pulang dari Arab Saudi, jamaah menjalani karantina di Jakarta selama lima hari. Biaya karantina ditanggung jamaah,” ungkapnya.

Selain itu, kata Rahma, lamanya proses karantina juga menjadi pertimbangan calon jamaah untuk ikut umrah di masa pandemi.

Beberapa calon jamaah tidak bisa mengambil cuti melebihi 10 hari untuk ikut ibadah umrah di masa pandemi Covid-19.

“Kondisi normal, pelaksanaan ibadah umroh hanya sembilan hari. Sekarang lebih dari sembilan hari karena ada proses karantina. Beberapa jamaah mengaku hanya bisa ambil cuti 10 hari, akhirnya belum jadi ikut umrah,” tutupnya.

 

 

 

Pewarta : Gilang Bahtiar

Editor :  John

    Kanal Terkait