Pandemi, Jumlah Pekerja Migran Di Kediri Turun 50 Persen - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Pandemi, Jumlah Pekerja Migran Di Kediri Turun 50 Persen
HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Pandemi, Jumlah Pekerja Migran Di Kediri Turun 50 Persen

SATUKANAL.com, KEDIRI – Data dari Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Kediri menunjukan selama masa pandemi jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau yang dahulu disebut TKI menurun drastis. Hingga tahun ini penurunan terjadi mencapai 50 persen.

Kabid Transmigrasi dan Penempatan Tenaga Kerja, Disnaker Kabupaten Kediri, Jumadi mengatakan, sebelum pandemi, jumlah tenaga migran di Kabupaten Kediri masih di angka 4.153 pekerja, sampai akhirnya menurun di tahun pertama pandemi di angka 2.100 pekerja.

“Jumlah itu diperkirakan akan terus menurun karena saat ini hanya satu negara yang masih menerima pekerja dari Indonesia, sehingga berpotensi besar menurunkan jumlah PMI,” jelas Jumadi kepada satukanal, Selasa, 20 April 2021.

Baca Juga :  Daerah Siapkan Karantina Pekerja Migran Yang Kembali ke Indonesia

Dia juga mengatakan, satu negara yang masih menerima buruh dari Indonesia hanya negara Hongkong saja, selain negara itu hingga detik ini masih menutup untuk menerima buruh migran dari Indonesia.

Jumadi menuturkan, karena imbas pandemi itu juga para calon tenaga migran diperkirakan masih berada di Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLK-LN). Namun, dia belum bisa memastikan bagaimana kondisi calon pekerja migran yang masih ditampung di BLK-LN untuk mengikuti pelatihan.

“Kira-kira masih di BLK-LN menunggu jadwal dan masih pelatihan di BLK-LN. Kalau yang di luar Hongkong, ya masih nunggu jadwal,” terang Jumadi.

Baca Juga :  Banyak Perusahaan Tak Buka Lowongan, Pelamar Kerja Menurun 50 Persen di Disnaker Kabupaten Kediri

Jumadi melanjutkan, selama ini di Kabupaten Kediri ada 3 penampungan calon pekerja migran diantaranya berada di Desa Jambean, Kecamatan Kras, Desa Wonorejo, Kecamatan Wates, dan Desa Turus, Kecamatan Gurah.

“Kalau pekerja migran di Kediri kebanyakan dari 6 Kecamatan diantaranya Mojo, Ringinrejo, Kras, Kandat, Ngancar, dan Wates. Enam kecamatan ini dinilai potensi pengirim pekerja migran. Kalau untuk desanya tersebar, yang jelas masyarakat enam kecamatan di perbatasan Blitar dan Tulungagung ini yang banyak PMI,” pungkasnya.

 

 

Pewarta: M. Ubaidhillah
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait