SATUKANAL.COM
Penjualan Kambing Qurban di Kediri Melonjak di Masa Pandemi
Foto : Penjual Kambing di Pasar Muning (Istimewa)
BERITA COVID-19 HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Pada Masa Pandemi, Penjualan Kambing Qurban di Kediri Malah Makin Melonjak!

SATUKANAL, KEDIRI – Menjelang Hari Raya Idul Adha di masa pandemi ini, penjualan hewan qurban di Kediri melonjak, antusias warga untuk menyembelih hewan qurban semakin tinggi, hal itu terlihat dengan adanya lonjakan penjualan yang cukup tajam di pedagang.

Saiful Mukhson salah satu penjual kambing qurban di Kelurahan Lirboyo Kota Kediri mengatakan, hari raya idul adha kali ini memang tidak seperti sebelumnya, jika dahulu dalam sehari hanya menjual 2 – 3 kambing, kali ini ia dapat menjual 5 -6 kambing.

“Alhamdulillah kambing baru datang itu langsung, kemarin datang langsung ada pembeli, laku langsung. Contoh ini tadi, laku,” ujar Saiful, Rabu (22/7/2020).

Dengan adanya kenaikan tersebut tak pelak harga kambing di tingkat pedagang juga naik dari harga yang sebelumnya. Di lapak Saiful sendiri misalnya, kambing jenis Kacang dibanderol dengan harga Rp 2 juta rupiah, sementara kambing berukuran besar Rp 5,5 juta rupiah.

Baca Juga :  Pemkot Kediri Usulkan Empat Raperda ke DPRD

Ada dua jenis kambing yang dijual Saiful, yakni kambing Jawa dan etawa. Saban hari Saiful menjajakan kambing di depan kediamannya yang ada di utara perempatan Muning, adapun kambing tersebut sebagian merupakan hasil ternakannya sendiri, sebagian ia beli dari tengkulak.

“Saya jual di sini saja, saja nggak jual ke pasar,” tuturnya.

Jika permintaan kambing melonjak, maka lain hal dengan sapi. Permintaan sapi kurban di Kota Kediri justru merosot. Hal itu diperkirakan karena dampak dari virus corona atau Covid-19 yang masih belum berakhir.

Penurunan permintaan sapi kurban dibenarkan Ferdi, penjual sapi yang kerap mangkal Pasar Hewan Muning Kota Kediri. Menurutnya, permintaan sapi kurban menjelang Idul Adha kali ini merosot tajam bila dibandingkan tahun lalu.

Baca Juga :  Tanpa Aba-Aba Panggung Hiburan di Banyuwangi Dibubarkan Aparat

“Harganya (sapi) itu tetap, cuma pembelinya yang berkurang. Jadi kalau dulu itu banyak sekolahan-sekolahan yang nyari (hewan kurban), sekarang sekolahan banyak yang libur dan berhenti mencari sapi kurban,” jelas Ferdi.

“Karena dampak efek dari corona ini sekolahan banyak yang tidak bisa untuk urunan (iuran), jadi memutuskan tidak membeli sapi untuk kurban sementara waktu ini dari dampak Corona ini,” sambung warga Campurejo ini.

Ferdi menuturkan, menjelang Idul Adha tahun lalu dirinya bisa menjual antara 50-60 ekor sapi berbagai jenis dan ukuran. Namun saat ini ia hanya mampu menjual antara 11-12 ekor saja.

“Harganya (sapi) kalau yang kecil gini Rp 17-an (juta), kalau yang besar itu Rp 20 (juta) ke atas. Jenisnya ini pegon, kalau yang di rumah ada yang limousin, simmental juga ada,” pungkasnya.

    Kanal Terkait