Ongkos Haji 2021 Bakal Naik 9,1 Juta - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Ongkos Haji 2021 Bakal Naik 9,1 Juta
BERITA HIGHLIGHT

Ongkos Haji 2021 Bakal Naik 9,1 Juta

SATUKANAL.com, NASIONAL– Tahun ini, ongkos haji diperkirakan akan jauh lebih mahal yakni naik sekitar 9,1 juta dibandingkan tahun sebelumnya.

Anggito Abimanyu selaku Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengatakan, biayanya diperkirakan mencapai 44,3 juta rupiah. “Yang diajukan itu Rp 44 juta, tahun 2020 Rp 35,2 juta. Jadi ada kenaikan Rp 9,1 juta,” kata Anggito.

Terkait hal tersebut, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi menyebut bahwa rencana kenaikan ongkos haji 2021 memang tak dapat dihindari. Ada beberapa faktor penyebab dibalik munculnya rencana itu.

Pertama soal kuota jemaah yang ikut haji, protokol kesehatan, pajak tambahan dari Arab Saudi, dan perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar. Namun, untuk besarannya belum resmi diputuskan.

Baca Juga :  Sidang Isbat, Penentuan Awal Ramadhan Bakal Digelar 12 April Mendatang

Lebih lanjut, ia menambahkan, sampai detik ini Kementerian Agama juga belum mendapatkan kepastian kuota yang akan diberikan oleh Arab Saudi untuk jemaah Indonesia. Kementerian Agama telah menyusun skenario pelaksanaan haji tahun 2021 dengan asumsi kuota 100 persen, 50 persen, 30 persen, 25 persen, 20 persen, 10 persen dan 5 persen berdasarkan aspek presentase kuota.

Kedua, soal kondisi saat ini, di tengah pandemi Covid-19 menjadi salah satu alasan terkait rencana kenaikan ongkos haji 2021. “Karena akan berkonsekuensi dengan penerapan protokol kesehatan baik pada aspek kesehatan, akomodasi, dan transportasi yang harus disiapkan,” jelasnya.

Baca Juga :  Aplikasi AWS Dari UGM, Bantu Petani Membaca Kondisi Cuaca

Menurut Zainut, jika tak menaikkan ongkos haji 2021 maka harus menambahkan subsidi haji bagi jemaah haji yang uangnya diambilkan dari nilai manfaat setoran awal jemaah. “Tapi menurut saya itu tidak sesuai dengan prinsip keadilan,” tegasnya.

Hingga saat ini, Kementerian Agama juga sudah menyusun beberapa skenario penyelenggaraan haji pada masa pandemi. Skenario disusun utamanya berdasarkan aspek non ibadah dan ibadah. Pada aspek non ibadah misalnya, asumsi jumlah kuota, penerapan protokol kesehatan, mobilitas jemaah di Tanah Suci, dan durasi masa tinggal jemaah.

 

 

 

Pewarta: Adinda
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait