Ojol dan UMKM Bakal Dapat Kucuran Bansos Dari Pemkot Malang - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Ojol dan UMKM Bakal Dapat Kucuran Bansos Dari Pemkot Malang
Ilustrasi ojek online di Kota Malang (Foto: Satukanal.com)
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Ojol dan UMKM Bakal Dapat Kucuran Bansos Dari Pemkot Malang

Satukanal.com, Malang Angin segar bagi ojek online (ojol) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Malang. Pasalnya, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang bakal gelontorkan kurang lebih Rp1 miliar untuk masyarakat terdampak Covid-19.

Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Penny Indriani membenarkan hal tersebut. Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tidak hanya pedagang yang terdampak, termasuk para ojol terkena imbas sepinya orderan.

“Tidak semuanya pra sejahtera, tapi yang berdampak PPKM. Makanya dulu kita susun PKL, sekarang ojol. Besarannya antara Rp100-200 ribu,” ujar Penny

Data Dinsos Kota Malang mencatat ada 7.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos bagi ojol, PKL, dan lainnya. Dengan rincian 3.500 KPM dari Anggaran Penerimaan Belanja Daerah (APBD), dan sisanya 3.500 KPM berasal dari APBD Provinsi.

Baca Juga :  1000 Paket Sembako dari Bank Jatim Cabang Mojokerto, Pemkab Siap Bagikan ke Pengrawit Gamelan

Total masing-masing KPM akan menerima Rp100 ribu dari APBD. Sedangkan dari APBD Pemprov mendapat kucuran bansos senilai Rp200 ribu, sehingga total keseluruhan sebanyak Rp1,05 miliar.

Ada beberapa persyaratan bagi penerima bansos, salah satunya mempunyai anak sekolah SMA, punya keluarga yang difabel, dan ada ibu hamil. Pengawasan dari Dinsos akan dilakukan secara periodik bagi penerima, karena bisa saja sudah beralih jenjang ketika berganti tahun.

“Kita selalu mendampingi penerima setiap bulan. Karena bisa saja data berubah, ada yang balita, dengan bergantinya tahun ternyata sudah masuk sekolah,” urainya

Baca Juga :  Gempa Bumi 3.0 SR di Mojokerto, Warga Rasakan Getaran

Lebih lanjut, progres yang telah dilalui ojol, masih dalam proses pendaftaran karena sebelumnya masih mendahulukan pedagang kaki lima (PKL) yang merasakan langsung dengan dilarang berjualan. “Kalau ojol sudah kita verifikasi, tinggal menunggu dari provinsi. Sementara dari kita sudah ready uangnya,” bebernya.

Menurutnya, sejauh ini belum ada aduan terkait bansos. Kalau memang ada updating data akan dicek kembali databasenya. Prosesnya harus tahu dulu kebenaran laporannya, baru kemudian memasukkan data, sehingga data update masuk ke dalam usulan bansos. “Ada kesempatan berikutnya, baru kita kasih bantuan,” pungkasnya.

 

Pewarta : Chosa Setya Ayu Widodo
Editor : Adinda

    Kanal Terkait