OJK Tingkatkan Inklusi Keuangan Guna Percepatan Ekonomi Pasca Pandemi | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
OJK Tingkatkan Inklusi Keuangan Guna Percepatan Ekonomi Pasca Pandemi
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

OJK Tingkatkan Inklusi Keuangan Guna Percepatan Ekonomi Pasca Pandemi

SATUKANAL.com, MALANG – OJK Tingkatkan Inklusi Keuangan demi perbaikan ekonomi pasca pandemi Covid-19 yang berlangsung pada 8 bulan ini, yang mengakibatkan perekonomian setiap masyarakat mengalami penurunan drastis. Pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang dalam menyikapi hal tersebut meluncurkan berbagai program. Salah satunya adalah program restrukturisasi kredit bagi 86 ribu pelaku UMKM dengan dana mencapai Rp. 8,8 triliun.

Turut diluncurkannya Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yakni upaya Pemerintah Pusat yang melakukan pembiaayaan melalui pengawasan dan identifikasi sector UMKM mana saja yang masih bisa bangkit setelah mengalami penurunan akibat pandemic Covid-19.

Program lainnya yang nantinya dapat memberikan kemudahan bagi para pelaku usaha dengan adanya program subsidi bunga yang akan didistribusikan kepada setiap pelaku UMKM dan dana tersebut nantinya akan disalurkan ke beberapa Bank yakni, Bank BRI, Bank Mandiri dan Bank BTN.

Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Malang Sugiarto, mengatakan bahwa, “itu program kita yang sudah berjalan selama ini. Sector yang paling utama adalah sector perdagangan dan kemusian di topang sector pertanian, kedua sector tersebut berkaitan dengan sector pariwisata”

Baca Juga :  Mengatasi Jumlah Sampah, Pemkot Malang Bangun TPS Baru Di Kawasan Padat Penduduk

Program PEN ini diharapkan dapat menstabilkan lagi sector perekonomian dan memberikan dampak positif dalam pertumbuhan ekonomi di kawasan Malang raya. Dalam tinjauan sisi pertumbuhan kredit yang berada di sector Pertanian dan perdagangan yang ada di Malang raya menunjukan presentase positif dengan angka 2,5 %.

Diselenggarakannya Gebyar Inkluasi Keuangan 2020, Sugiarto memaparkan bahwa, dimasa pandemic Covid-19 ini mengakibatkan penurunan signifikan yang terjadi pada aktivitas ekonomi. Sehingga perlu adanya dukungan dan kebijakan guna meningkatkan ketahanan ekonomi dengan cara memberikan suatu inovasi yang berguna untuk kedepannya.

Gebyar Inklusi Keuangan 2020 turut dihadiri beberapa tokoh seperti Walikota Malang Drs. H. Sutiaji, Walikota Batu Dewanti Rumpoko (virtual), Pjs Bupati Malang Sjaichul Ghulam, DPR RI Komisi XI Ali Ahmad dan Kepala BI Malang Azka Subhan.

“Peran inklusi keuangan sangat penting sehingga diharapkan dapat menjadi solusi untuk mempercepat PEN. Alasannya yakni inklusi keuangan diyakini sejalan dan berkorelasi positif dengan pertumbuhan ekonomi,” terangnya.

Baca Juga :  Sidak Perbaikan Jalan Di Kawasan Cemorokandang, Walikota Malang Minta Kualitas Diutamakan

Inklusi keuangan di Jawa timur saat ini mencapai 87,96 % dengan tingkat literasi yang mencapai 48,95 sehingga dapat disimpulkan bahwa, masih adanya gap antara literasi dengan inklusi. Oleh sebab itu perlu adanya aksi bahu membahu yang dapat dilakukan oleh semua industry jasa keuangan untuk dapat meningkatkan inklusi dan literasi keuangan.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan bahwa, inklusi dan literasi keuangan harus berjalan beriringan sehingga prosentase dari inklusi dan literasi harus menunjukan hasil yang sama. Sutiaji juga mengatakan agar presentase literasi dapat meningkat dengan memanfaatkan publikasi melalui media sosial.

“Untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan kita memiliki kerja riil berupa OJIR. OJIR ini menjadi program unggulan di TPAKD Award. Dengan kerja riil masyarakat akan paham mana industri jasa keuangan yang benar dan tidak,” ungkap Sutiaji saat menghadiri Gebyar Inklusi Keuangan 2020.

 

Pewarta : Naviska Rahmadani
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait