SATUKANAL.COM
BERITA HIGHLIGHT RISET

Obat Covid-19: Ningsih Tinampi dan Ramuan Jamu Solo Contravid Beradu Cepat dengan Ilmuwan

SATUKANAL, JATIM – Hingga saat ini, belum ada obat khusus untuk penyakit Covid-19.

Para ilmuwan seolah berlomba untuk menemukan vaksin bagi virus yang menginfeksi ratusan juta orang di berbagai penjuru dunia ini.

Sayangnya, bukan hanya ilmuwan yang turun gelanggang.

Para pelaku pengobatan tradisional pun turut menyatakan klaim-klaim racikan obat penyembuh Covid-19.

Selasa (14/4/2020) kemarin, publik dihebohkan dengan unggahan YouTube milik Ningsih Tinampi.

Perempuan asal Pandaan, Pasuruan ini menawarkan obat yang disebutnya mampu menyembuhkan penyakit Covid-19.

“Ini produksinya Pandaan, di wilayah Pandaan. Ini untuk menanggulangi Corona. Bagi seluruh rakyat Indonesia InsyaAllah bisa membantu,” terang perempuan yang dikenal sebagai pemberi layanan pengobatan alternatif ini.

Bahkan, Ningsih Tinampi mengatakan bahwa obat tersebut juga lazim digunakan di dunia medis.

“Obat ini untuk penyembuhan Corona. Di kedokteran banyak yang kenal obat ini,” ujar Ningsih Tinampi dalam video tersebut.

Belum ada pembuktian dengan penelitian komprehensif atas klaim yang disebut oleh Ningsih Tinampi itu.

Dan lagi-lagi, masyarakat dibuat heboh dengan kabar adanya penemuan ramuan alami dari Solo yang diklaim mampu menyembuhkan pasien Covid-19.

Ramuan untuk membunuh virus Covid-19 ini dinamakan Contravid oleh penemunya yang bernama Tri Dewa, warga Punggawan, Banjarsari, Solo.

Bahkan, Contravid diklaim oleh Tri Dewa telah berhasil menyembuhkan 7 pasien Covid-19 di Jakarta.

Hal ini pula yang membuat masyarakat pun dibuat heboh dengan penemuan obat mujarab yang diklaim mampu menyembuhkan pasien Covid-19.

Menurut Tri Dewa, Contravid berasal dari berbagai bahan alam seperti, jahe merah, kunir, serai, hingga daun kelor, serta berbagai tumbuhan lainnya.

Total bahan-bahan alam yang diracik oleh Tri Dewa itu sebanyak 20 jenis empon-empon.

“Ramuan ini sudah teruji dan sudah ada tujuh pasien di Jakarta yang dinyatakan sembuh setelah minum Contravid lima kali berturut-turut,” ucap Tri Dewa.

Meski belum melalui uji laboraturium Tri Dewa mengatakan jika sudah mencoba mengajukan ramuannya ke BPOM untuk diuji.

Namun, pengajuan itu ditolak.

Meski demikian, respons masyarakat terhadap dua ramuan itu, baik dari Ningsih Tinampi maupun Tri Dewa sangat besar.

Tak sedikit yang ingin memiliki obat tersebut untuk dimiliki dan dikonsumsi di rumah.

Terlebih dengan kultur masyarakat Indonesia yang juga masih lekat dengan pengobatan tradisional.

Sementara di sisi sains, World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia mengumumkan sudah ada 70 vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh berbagai lembaga riset di dunia.

Bahkan, tiga di antaranya sudah masuk tahap uji coba pada manusia.

Artinya, ada manusia-manusia sehat yang terpapar virus Covid-19 yang coba diberi vaksin untuk menguji efektivitasnya.

Salah satu vaksin, yakni milik CanSino Biologis saat ini telah memasuki fase dua.

Sejak sebulan terakhir, pemerintah China telah menyetujui pengujicobaan vaksin tersebut pada manusia.

Nah, mana yang akan lebih cepat dan terbukti berhasil menjadi penyembuh penyakit Covid-19?

Redaktur: N Ratri

Kanal Terkait