Nur Laisya Mayeda, Atlet Panahan yang Jadi Wisudawan Terbaik UMM - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Laisya, Atlet Panahan Yang Jadi Wisudawan Terbaik
Nur Laisya Mayeda (Foto: Humas UMM/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Figur

Nur Laisya Mayeda, Atlet Panahan yang Jadi Wisudawan Terbaik UMM

Hanya sedikit olahragawan berprestasi yang menduduki puncak prestasi akademik. Nur Laisya Mayeda, atlet panahan ini merupakan sosok dari sedikit orang itu.

Satukanal.com, MalangChosa Setya Ayu Widodo

Menekuni dunia panahan sejak kecil, mampu antarkan Nur Laisya Mayeda menjadi peraih mendali emas tingkat provinsi. Wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) periode dua tahun 2021 ini telah memborong medali perunggu sampai emas dalam rentang waktu tiga tahun.

Terhitung, ada delapan medali emas, tiga medali perak, dan satu medali perunggu yang didapatkannya dalam perlombaan di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur serta Kalimantan Selatan. Laisya sapaan akrabnya, berkata bahwa bakatnya dalam panahan ini diturunkan dari sang ibu yang juga merupakan atlet panahan.

Ia berkata, ketertartarikannya pada dunia panahan tumbuh karena sejak kecil selalu diajak ibu untuk latihan. “Sudah dikenalkan dengan olahraga panahan sejak saya kecil. Untuk mendaftar di UMM dulu saya juga menggunakan jalur minat bakat dengan melampirkan piagam internasional ketika mengikuti lomba panahan BIMP-EAGA,” ungkap wisudawan Fisioterapi tersebut.

Baca Juga :  Area Wisata di Kota Malang Diuji Coba, Siapkan Protokol Kesehatan dan PeduliLindungi

Selain aktif di Persatuan panahan Indonesia (Perpani) Kota Malang, Laisya juga kerap mengikuti agenda internasional seperti projek AIESEC Clean Our Planet yang dilaksanakan selama enam minggu di Malaysia. Meskipun sangat aktif dalam kegiatan non akademik, Laisya tidak melupakan tugas-tugas akademiknya.

Anak pertama dari dua bersaudara ini mengaku bahwa niat awalnya hanya menyeimbangkan sisi akademik dan non akademik. Ia tidak menyangka akan menjadi wisudawan terbaik pada periode dua tahun 2021.

“Di Fakultas Fisioterapi jadwalnya cukup padat. Saya juga sempat tertinggal di bidang akademik pada semester awal. Ketika saya izin untuk mengikuti perlombaan, pihak Prodi berkata apakah saya sanggup menyeimbangkan keduanya. Mereka takut kesehatan saya menurun. Dari situ, saya mulai bertekad untuk menyeimbangkan latihan dan akademik serta membagi waktu dengan baik,” kata wisudawan asal Tapin, Kalimantan Selatan itu.

Baca Juga :  Senin Depan Pemkot Malang Uji Coba Sekolah Tatap Muka

Laisya mengaku bahwa tanggung jawab kepada orang tua membuatnya bertahan dan merampungkan kuliah tepat empat tahun. Laisya juga berkata bahwa ia ingin menjadi contoh yang baik untuk adiknya.

“Saya ingin memberikan yang terbaik kepada kedua orang tua. Setelah lulus ini, saya juga ingin ilmu saya bermanfaat untuk masyarakat di sekitar tanpa mengesampingkan hobi dan minat saya. Rencananya saya akan segera mengikuti Porprov selanjutnya,” pungkasnya.

Editor : Redaksi Satukanal

    Kanal Terkait