Nur Habib, Tokoh PKH Kabupaten Kediri yang dalam Setahun Bisa Bentuk 10 Keluarga jadi Sejahtera | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Nur Habib
Habib saat menjelaskan sejarah tokoh Kediri yang dilukis dengan media cekakik di rumah seorang warga yang GSM. (Foto: Isnatul Chasanah)
BERITA HIGHLIGHT ISU PILIHAN

Nur Habib, Tokoh PKH Kabupaten Kediri yang dalam Setahun Bisa Bentuk 10 Keluarga jadi Sejahtera

SATUKANAL, KEDIRI – Nama Nur Habib tak bisa dilepaskan dari Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial di Desa Mlancu, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri.

Melalui tangannya, selama setahun pada 2019 sepuluh warga Desa Mlancu, menyatakan Graduasi Sejahtera Mandiri (GSM).

GSM adalah sebutan untuk keluagra yang melepaskan diri secara sukarela dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH.

Tak mudah memotivasi anggota PKH hingga berhasil “mengundurkan diri” secara sukarela dan tidak lagi mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Namun, berkat kesabaran Habib dalam mendampingi KPM PKH, ia berhasil menuntaskan 10 keluarga selama 2019.

Padahal, program GSM baru dirilis Kemensos di tahun yang sama.

“Setiap pendamping ditarget dua keluarga dalam setahun. Alhamdulillah, malah 10 keluarga yang mengajukan GSM,” kata Habib.

Yang dilakukan Habib tak muluk-muluk.

Dari rumah ke rumah, mantan guru sekolah menengah atas ini memberikan motivasi dan mendorong keluarga untuk mengelola pendapatan dengan baik.

“Saya sampaikan, mendapatkan PKH itu tidak selamanya. Bantuan yang diterima selama menjadi KPM PKH perlu dikelola dengan baik,” katanya.

Sebagai pendamping keluarga di bawah Kemensos, Habib juga rutin menerapkan Family Development Session (FDS).

Baca Juga :  Warga Kabupaten Kediri, Lakukan Inovasi Makanan Olahan dari Pelepah Pohon Pisang

Melalui program nasional ini, Habib memberikan sesi penguatan keluarga sampai keluarga mampu membuka usaha.

Usahanya berhasil. Beberapa keluarga kini memiliki usaha sendiri.

Ada yang berternak unggas, ada yang memproduksi jahe instan bubuk kemasan.

Pria yang sejak 13 tahun lalu mendampingi KPM PKH ini juga menghubungkan pemilik usaha dengan pihak lain untuk mengembangkan usahanya.

“Supaya produksi meningkat dan kualitas baik, yang produksi jahe instan butuh parut elektrik. Saya mencarikan pihak lain untuk mengadakan parut elektrik itu,” kisahnya.

Latar belakangnya sebagai guru seni sekaligus seniman memudahkan Habib saat menjadi pendamping PKH.

Habib lebih menyukai kecenderungan untuk mendidik masyarakat sesuai latar belakangnya tersebut.

Anak-anak dari keluarga yang didampinginya, diajarkan untuk membuat lukisan dari ampas kopi alias cekakik.

Nur Habib seniman cekakik di kediri

Memang, selain sebagai pendamping PKH, Habib juga dikenal sebagai seniman cekakik di Kediri.

Rumahnya di kawasan kecamatan Kepung yang jadi galeri seninya.

Namun, sejak 10 Maret lalu, rumah salah satu keluarga yang didampinginya, resmi menjadi galeri seni keduanya.

Baca Juga :  Penilaian Evaluasi Smart City Tahap 1, Wali Kota Kediri Paparkan Konsep Kota Kediri Smart City

Di ruang tamu keluarga yang juga resmi GSM di hari yang sama, kini terpajang puluhan lukisan cekakik karya Habib.

“Saya memotivasi masyarakat, dan mengajar. Termasuk anak-anak saya ajari seni seperti saat saya mengajar di sekolah. Saya ajak buat lukisan cekakik, sampai saja ajak pameran,” kisah Habib.

Dari 164 keluarga yang didampingi, puluhan anak-anak hingga remaja di Desa Mlancu menjadi anak didiknya.

Tak hanya mengajarkan melukis dengan media cekakik, pria yang lebih sering melukis tokoh ini juga menceritakan sejarah dari tokoh yang dilukisnya.

Habib menjadi sosok pendamping yang dekat dengan masyarakat.

Setiap hari, dari rumah ke rumah, Habib rutin memberi motivasi.

Memasuki 2020, Kemensos menargetkan pendamping mampu mengentaskan 10 persen dari total keluarga binaannya.

Namun, meniti bulan ketiga tahun ini, setidaknya sudah ada empat keluarga yang mengajukan GSM kepada Habib.

“Kalau uang (untuk KPM PKH) kan dari negara. Tapi kalau mendampingi, memotivasi, itu harus dari hati, dan itu butuh seni,” tutup Habib.

Pewarta: Isnatul Chasanah

Editor : Heryanto

Kanal Terkait