Ngotot Temui Bupati Kediri, PKL SLG Berusaha Terobos Pendopo - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Demo PKL SLG di Pendopo Kediri Berlangsung Ricuh
Para PKL merangsek masuk menerobos gerbang Pendopo Kediri (Foto: Anis Firmansah/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Ngotot Temui Bupati Kediri, PKL SLG Berusaha Terobos Pendopo

Satukanal.com, Kediri – Aksi unjuk rasa yang dilakukan pedagang kaki lima kawasan Simpang Lima Gumul (PKL SLG) berlanjut. Setelah membakar gerobak di depan gedung DPRD, massa terlibat saling dorong  dengan petugas Satpol-PP di depan Pendopo Panjalu Jayati Jl Brigjen Katamso 38, Alun-alun Kota Kediri, Kamis (14/10/2021) siang.

Aksi yang dilakukan di depan Pendopo Kabupaten (Pemkab) Kediri ini lanjutan dari aksi sebelumnya, di DPRD Kabupaten Kediri. Massa tidak puas dengan audiensi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kediri, dan berniat untuk menemui langsung Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono. PKL memaksa menerobos gerbang Pendopo namun dihadang oleh petugas Satpol-PP yang berjaga di pintu gerbang.

PKL dan Satpol-PP sempat bersitegang hingga terjadi kontak fisik dan aksi saling dorong. Pengamanan langsung diambil alih oleh kepolisian. Beruntung unjuk rasa ini tak berlanjut dengan bentrokan. Dalam aksi di depan pendopo ini, massa juga membakar gerobak sebagai bentuk kekecewaannya karena dilarang berdagang di kawasan SLG.

Baca Juga :  Peringati Sumpah Pemuda, Situs Ndalem Pojok Persada Soekarno Gunakan 2 Metode

“Tuntutan hari ini sebenarnya hanya satu, teman-teman PKL hanya ingin berjualan lagi. Tidak dilarang-larang dan dikejar Satpol-PP,” kata Tomy, koordinator aksi lapangan kepada wartawan, Kamis (14/10/2021).

Dia menyinggung penertiban Satpol-PP kepada PKL pada Minggu (3/10/2021) lalu saat terjadi membludaknya kegiatan Car Free Day (CFD) di kawasan Monumen SLG Kabupaten Kediri. Namun, larangan itu bukannya tanpa alasan. Pemerintah masih menutup kawasan SLG, terlebih aktivitas di SLG juga belum bisa dikontrol dengan aplikasi Peduli Lindungi sebagaimana di mall atau kawasan wisata lainnya.

Setelah keinginan bertemu Bupati Kediri gagal dipenuhi, massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib.

Seperti diberitakan, para demonstran yang terdiri dari PKL Simpang Lima Gumul melakukan pembakaran rombong PKL di depan gedung DPRD Kediri. Dalam aksinya, pedagang kaki lima SLG menyampaikan sejumlah tuntutan:

  1. Di masa pandemi ini kehidupan keluarga kami sangatlah semakin sulit, karena kami tidak bisa berjualan. Kami juga terpaksa menjual barang barang kami di rumah agar bisa menyambung hidup. Bahkan, hutang kami semakin menumpuk. Kami hanya ingin mandiri dan berusaha sendiri dengan cara berjualan di sekitar SLG. Karena, selama ini akses jalan di SLG kadang ditutup dan kami sering dilarang jualan sama petugas berseragam dari Pemkab Kediri.
  2. Kami seringkali merasa iri dengan adanya minimarket di dalam area SLG yang bisa leluasa berjualan dari pagi sampai malam yang beberapa dagangannya sama dengan dagangan kami. Kami tidak keberatan tapi tolong kami agar juga bisa berjuakan.
  3. Setahu kami, sebagian besar tanah di area SLG adalah milik pribadi yang mungkin bukan milik Pemkab Kediri. Maka, kami mohon kami dijinkan berjualan di sekitarnya.
  4. Kepada Bapak Bupati Kediri, sekali lagi kami mohon kebijaksanaanya agar kami PKL sekitar SLG bisa diperbolehkan lagi berjualan. Karena, pada pinsipnya kami bersusah payah berdagang di pinggir jalan hanya ingin bisa menyambung hidup dan menyekolahkan anak anak kami.
Baca Juga :  Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan Diungkap, TRC Beri Penghargaan Polres Jombang

Pewarta : Anis Firmansah
Editor : Adinda

    Kanal Terkait