Nasib Ratusan Pembalap Liar, Terjaring Polres Kediri - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Nasib Ratusan Pembalap Liar, Terjaring Polres Kediri
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Nasib Ratusan Pembalap Liar, Terjaring Polres Kediri

Satukanal.com, KediriPolres Kediri, berhasil melakukan pengamanan ratusan kendaraan roda dua dalam kegiatan operasi balap liar dan yustisi PPKM, di jalan raya Sidomulyo, Kunjang, Kabupaten Kediri.

Kepala Polres (Kapolres) Kediri, AKBP Lukman Cahyono, mengungkapkan waktu kejadian Sabtu (23/01/2021) malam, dilakukan operasi balap liar dan yustisi gabungan Polres Kediri, TNI, dan Satpol-PP PP. Sebelum kejadian, memang sudah terdeteksi adanya kegiatan muda-mudi nongkrong melakukan balap liar di lokasi tersebut.

“Pukul 01.00, Minggu (23/01/2021) pagi. Mengamankan sebanyak 134 kendaraan roda dua di Polsek Kunjang, sejumlah 50 diantaranya protolan dan tanpa spek lengkap. Nanti kita data, dan bagi pemilik yang ingin mengambil sepeda motor harus memenuhi beberapa persyaratan,” kata AKBP Lukman, saat memberikan Rilis Operasi Balap Liar, Senin (25/01/2021).

Baca Juga :  Selain Kepala kala, Ditemukan juga Pecahan Keramik dan Gerabah Kuno

Adapun persyaratan yang diberikan oleh Polres Kediri, diantaranya harus bisa menunjukkan kepemilikan surat BPKB dan STNK. Selain itu juga harus membawa surat Kepala Desa (Kades), juga didampingi orang tua.

AKBP Lukman, berharap beberapa persyaratan tersebut dapat memberikan efek jera kepada pemilik kendaraan roda dua yang didominasi oleh para pemuda-pemudi. Pemilik kendaraan berusia dibawah 20 tahun, setara SMA.

“Memang lokasi tersebut, hasil mapping yang sering di identifikasi rutinitas untuk balap liar. Dilakukan diwaktu lengah menjelang subuh, jalannya lurus dan sepi. Kami melakukan operasi pagi sebelum subuh,” terangnya.

Baca Juga :  Tolak Impor Beras, Bupati Kediri Sebut Stok Beras Berlebih Setiap Tahun

AKBP Lukman berpesan kepada pemilik kendaraan beserta orangtua, agar tidak mengulangi kejadian hal yang serupa. Seiring pemberlakuan PPKM, akan terus dilakukan pembatasan aktivitas kegiatan pada malam hari.

“Antisipasinya titik yang rawan kerumunan, kami menempatkan penjagaan personil dan beberapa lokasi ditutup. Seperti di lokasi Simpang Lima Gumul (SLG), yang biasa dijadikan berkumpul. Kita batasi pada jam tertentu,” pungkasnya.

Pewarta : Anis Firmansah
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait