Nahkodai AJI Periode 2021-2024, Sasmito-Ika Terpilih Dalam Kongres IX - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Nahkodai AJI Periode 2021-2024, Sasmito-Ika Terpilih Dalam Kongres IX
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Nahkodai AJI Periode 2021-2024, Sasmito-Ika Terpilih Dalam Kongres IX

SATUKANAL.com, NASIONAL– Sasmito Madrim dan Ika Ningtyas Unggraini terpilih menjadi Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Aliansi jurnalis Independen (AJI) periode 2021-2024 dalam Kongres XI AJI 2021 yang digelar secara virtual, Selasa (02/03/2021).

Sasmito-Ika mengungguli pasangan Revolusi Riza dan Dandy Koswaraputra. Dari total 228 suara sah dalam proses pemilihan daring, suara yang diperoleh Sasmito-Ika unggul tipis 119 suara sedangkan Revolusi-Dandy memperoleh 109 suara.

Kongres ini dilangsungkan secara virtual karena adanya pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga kini. Agenda awal kongres ini selama dua hari yakni 27-28 Februari 2021. Namun, semua agenda sidang tuntas pada 2 Maret 2021, sehingga agenda ini berlangsung menjadi empat hari.

Sasmito Madrim merupakan seorang jurnalis di Voice of America (VoA) dan Ika Ningtyas Unggraini bekerja sebagai pemeriksa fakta di Tempo. Dengan terpilihnya Sasmito, ia menyampaikan bahwa ada beragam pekerjaan yang telah menanti untuk memperjuangkan tripanji AJI, memperjuangkan kemerdekaan pers, profesionalisme dan kesejahteraan jurnalis.

Baca Juga :  Antisipasi Dampak La Nina, Seluruh Air di 241 Bendungan Dikosongkan

“Tantangan ke depan cukup besar. Mulai dari rezim yang otoriter, regulasi yang mengancam dan banyaknya kasus kekerasan terhadap jurnalis. Dari segi ekonomi juga kita banyak tantangan. Selain pandemi, juga ada disrupsi digital,” kata Sasmito.

Pandangan senada juga disampaikan Ika Ningtyas. “Ini amanat yang tidak mudah di tengah tantangan luar biasa ini, mulai dari multi krisis dan belum lagi dari disrupsi digital,” ungkapnya. Sasmito dan Ika mengungkapkan bahwa semua tantangan itu tidak akan bisa dihadapi tanpa bantuan dan kerjasama dari seluruh anggota AJI.

Adapun, tantangan yang dihadapi oleh AJI tercermin dari resolusi yang dihasilkan dalam Kongres XI AJI,  dalam soal kebebasan pers, profesionalisme dan kesejahteraan. Dari aspek kebebasan pers, resolusi kongres menggarisbawahi sejumlah kebijakan yang mengancam kebebasan pers dari regulasi seperti KUHP dan Undang Undang Informasi Elektronik. Kemudian, terkait kesejahteraan salah satu tantangannya adalah bagaimana pemerintah memperkuat implementasi regulasi dan memonitoring kepatuhannya di perusahaan media.

Baca Juga :  Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Ditargetkan Beroperasi Pada 2049

Sementara itu, pada Kongres XI ini ada sejumlah perubahan kebijakan yang dihasilkan. Salah satunya adalah dimasukkannya klausul kasus kekerasan seksual sebagai kategori pelanggaran berat. Pasal soal kekerasan seksual juga dimasukkan dalam Kode Perilaku Anggota AJI. Berbeda dengan ketentuan di Anggaran Rumah Tangga AJI, kasusnya diperiksa dengan Kode Perilaku jika ada unsur pengaruh profesinya sebagai jurnalis dari kekerasan tersebut.

Lebih lanjut, AJI sendiri adalah organisasi jurnalis yang misinya memperjuangkan kebebasan pers, meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan jurnalis. AJI juga menjadi anggota sejumlah organisasi di tingkat global: International Federation of Journalists (IFJ), berkantor pusat di Brussels, Belgia: International Freedom of Expression Exchange (IFEX), berkantor pusat di Toronto, Kanada: Global Investigative Journalism Network (GIJN), berkantor pusat di Maryland, AS: Forum Asia, jaringan hak asasi manusia berkantor pusat di Bangkok, Thailand; South East Asian Press Alliance (SEAPA), yang bermarkas di Bangkok.

 

 

 

Pewarta: Adinda
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait