Musrenbang 2020 Rampung, Kabupaten Malang Fokus Tiga Pilar - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA

Musrenbang 2020 Rampung, Kabupaten Malang Fokus Tiga Pilar

Musyawarah Pembangunan Daerah (Musrenbang) Kabupaten Malang 2020 telah rampung. Total, ada 96 persen usulan dari hasil musrenbang tingkat desa hingga kecamatan yang terakomodasi untuk pembangunan tahun 2020.

Dari hasil musrenbang itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang Tomie Herawanto menyampaikan jika fokus utama pembangunan adalah tiga pilar yang selama ini menjadi acuan Kabupaten Malang. Ketiga pilar itu adalah penurunan angka kemiskinan bisa mencapai 9,8 persen, pertumbuhan ekonomi 5,6 persen, dan pengelolaan lingkungan.

Di sisi lain, musrenbang yang digelar di Pendopo Agung, Rabu (20/3/2019) itu juga menjadi salah satu upaya merefleksikan setiap program yang telah dilakukan di tahun-tahun sebelumnya.

“Ini juga menjadi ajang evaluasi, program mana saja yang kiranya perlu diperbaiki. Dan yang sudah baik terus digenjot dan ditingkatkan. Musrenbang ini kelanjutan dari pramusrenbang 6 Maret lalu dan hari ini semua disampaikan layaknya paripurna,” terang Tomie kepada wartawan.

Baca Juga :  Harga Melambung, Tomat Jadi Komoditas Penyumbang Angka Inflasi Kota Malang

Dia menjelaskan, ada beberapa program prioritas yang digarap untuk mencapai tiga pilar tersebut. Pembenahan infrastruktur hingga kebijakan akan diterapkan untuk meningkatkan kualitas pembangunan di Kabupaten Malang.

Bukan hanya itu. Kualitas pendidikan di Kabupaten Malang juga menjadi salah satu pilar yang terus menjadi konsentrasi utama. Sehingga ada beragam infrastruktur yang akan diperbarui untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di bumi Arema ini. Mulai dari pembenahan sekolah hingga meningkatkan kesejahteraan para pengajarnya.

Baca Juga :  Plester Alami dari Binahong, Inovasi Mahasiswa UB Percepat Penyembuhan Sariawan

Itu Karena saat ini Kabupaten Malang memang menjadi salah satu daerah yang kekurangan guru. Sehingga salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan guru tidak tetap (GTT). “Ya minimal nanti GTT kesejahteraannya tak jauh beda dengan tenaga kontrak lainnya,” imbuh Tomie.

Sembari menunggu keputusan kenaikan status GTT sebagai ASN, sederet upaya seperti pemberian intensif kepada para pengajar menurutnya menjadi salah satu skema yang terus diterapkan Kabupaten Malang untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

“Selain itu, pemberian seragam kepada siswa sekolah dan pembenahan sarana prasarana sekolah juga terus kami upayakan. Termasuk juga dengan pembenahan metode pembelajaran hingga pemenuhan gizi bagi anak-anak,” pungkasnya.

Kanal Terkait