Musim Rawan Bencana, BPBD Jombang Segera Petakan Titik Rawan  - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Musim Rawan Bencana, BPBD Jombang Segera Petakan Titik Rawan 
Hujan yang turun di area Jombang Kota (Foto: Anggit Puji/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Musim Rawan Bencana, BPBD Jombang Segera Petakan Titik Rawan 

Satukanal.com, Jombang – Musim rawan bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang akan tentukan titik rawan bencana.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BPBD Kabupate Jombang, Abdul Wahab. Ia menyebut, pihaknya telah bersiap dengan menentukan langkah untuk menentukan daerah di kawasan Kota Santri yang masuk dalam rawan bencana alam.

“Kami akan melakukan antisipasi jika terjadi bencana. Dengan menentukan titik rawan bencana. Karena, untuk titik daerah rawan belum bisa dipastikan,” ucapnya pada Senin (9/11/2021).

Seperti yang diungkapkan Bupati Jombang, Mundjidah Wahab bahwa sejak tahun 2020 Bangsa Indonesia dihadapkan pada berbagai bencana, baik bencana alam maupun non alam berupa pandemi Covid-19.

Sehingga, dalam penanganan bencana tersebut, selain memperhatikan faktor evakuasi korban bencana alam juga harus memperhatikan protokol kesehatan agar dalam penanganannya tidak menimbulkan klaster baru.

Menurutnya, tidak bisa dipungkiri, intensitas dan kompleksitas bencana di era modern ini telah menimbulkan korban jiwa, kerusakan, kerugian yang besar dan sangat mengganggu aktifitas, produktivitas baik untuk keberlangsungan dunia usaha dan mata pencaharian masyarakat serta pembangunan nasional.

Baca Juga :  Besok, FIA UB Selenggarakan International Conference on Business Public Administration

Terlebih, di Kabupaten Jombang ada beberapa kecamatan yang termasuk rawan bencana, diantaranya Wonosalam, Bareng, Mojowarno, Mojoagung, Kesamben, Kabuh, Ploso dan Sumobito serta terdapat 32 desa rawan bencana dengan klasifikasi tinggi dari 306 Desa/ Kelurahan yang ada di Kabupaten Jombang.

“Saat ini akan memasuki musim penghujan, berdasarkan data dari BMKG wilayah Jawa Timur, musim penghujan pada bulan November dan puncaknya pada bulan Januari hingga Februari tahun 2022, bahkan untuk musim hujan saat ini dimungkinkan mengalami peningkatan intensitas curah hujan, maka perlu kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi lanjutan dari curah hujan tinggi yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi,” ungkapnya.

Sebelumnya, dilansir dari Detiknews.com, BMKG Klas I Juanda Surabaya mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai fenomena La Nina. Fenomena ini berdampak pada terjadinya cuaca ekstrem, seperti angin kencang, hujan lebat hingga puting beliung.

Kepala Stasiun BMKG Klas I Juanda Surabaya, Taufiq Hermawan mengatakan sebagian besar wilayah Jawa Timur sedang mengalami periode transisi atau peralihan musim, dari musim kemarau ke musim hujan pada bulan Oktober.

Baca Juga :  Bersiap Jelang Nataru, Kondusifitas Kota Santri Ditingkatkan

Sedangkan, kondisi iklim dan cuaca terkini dengan prediksi terjadinya fenomena La Nina, menyebabkan meningkatnya suhu muka laut dengan intensitas lemah ke sedang, yang mengakibatkan peningkatan curah hujan antara 20 hingga 70% di atas normalnya pada akhir tahun 2021.

Maka perlu diwaspadai bersama potensi terjadinya cuaca ekstrem yang akan muncul, seperti angin kencang, hujan lebat dan angin putting beliung,” kata Taufiq di Surabaya, Sabtu (6/11/2021).

Taufiq pun memohon kerjasama dan koordinasi bersama jajaran BPBD Provinsi Jawa Timur hingga BPBD Kabupaten di seluruh Jatim untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem ini. Dia menyebut ada sejumlah hal yang bisa dilakukan.

“Pertama rantingisasi pohon, penertiban baliho semi permanen di sepanjang jalan raya untuk menghindari korban jiwa dan harta dampak pohon tumbang,” paparnya.

 

 

Pewarta : Anggit Puji
Editor : Adinda

    Kanal Terkait