Musik Viral Punya Pola Mirip dengan Penyebaran Virus - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Musik Viral Punya Pola Mirip dengan Penyebaran Virus
Konser musik sebelum Pandemi Covid-19 (Foto: Piqsels)
BERITA Kanal Artikel

Musik Viral Punya Pola Mirip dengan Penyebaran Virus

Satukanal.com, Nasional– Istilah viral menjadi satu kata yang akrab di telinga kita. Apalagi, perkembangan teknologi yang kian pesat seakan membuat istilah ini banyak digunakan untuk menyebut sesuatu yang cepat tersebar.

Meski begitu, tahukah kalian apa maksud dari kata viral?  Definisi di Oxford Dictionary menyebutkan, viral bisa berarti dua hal yaitu istilah pada sesuatu yang dikirim atau tersebar dan diketahui secara luas di internet dan kata sifat yang merujuk pada hal yang menyerupai atau disebabkan oleh virus seperti dalam konteks penyebarannya.

Kerapkali, kita sering menjumpai istilah viral melalui kabar, video, foto hingga musik di internet. Tak jarang, kata viral digunakan sebagai headline utama dalam sebuah artikel, foto ataupun video dengan maksud untuk menarik perhatian orang.

Lantas, hal apa saja yang menjadikan sesuatu menjadi viral di internet? Menurut laporan dari Jurnal Manajemen dan Pasar (2019) yang berjudul Perilaku Sharing Konten Online: Faktor Individual dan Pengaruh Moderasi Faktor Situasional, mengungkapkan ada tiga hal yang membuat sesuatu menjadi viral.

Pertama yakni adanya kebutuhan untuk menjadi bagian dari  sebuah kelompok atau inklusi. Kedua, adanya infeksi atau apresiasi dan perhatian pada anggotaa lain. Ketiga yakni adanya kebutuhan untuk mengerahkan kekuatan dalam lingkungan sosial.

“Jadi ketika kita menggunakan media sosial dan saling terhubung dengan pengguna lain, kemudian kita memberikan apresiasi atau merespons suatu konten online, dan menimbulkan motivasi personal, maka itu akan mendorong kita untuk membagikan konten tersebut kepada orang lain,” tulis Yessy Artanti dan Sri Hartini dalam penelitiannya.

Baca Juga :  Tips Atasi Bau Pesing Hewan Peliharaan di Rumah, Mudah Banget!

Hal tersebut seakan mengingatkan kita akan bagaimana penyebaran suatu virus antara satu ke orang lainya. Suatu konten yang viral pun tampaknya punya pola yang mirip dengan penyebaran virus, seperti yang dituliskan dalam jurnal Proceedings of the Royal Society A, (2021) berjudul Modelling song popularity as a contagious process.

Para peneliti dalam jurnal tersebut mengumpulkan data terkait lagu-lagu viral, sejak musik streaming ramai digunakan seperti pengunduhan lewat ponsel lawas. Data itu mencakup pengunduhan lagu di ponsel Nokia antara tahun 2007 hingga 2014.

“Lagu-lagu populer sering digambarkan sebagai ‘viral’ atau ‘menarik’ seolah-olah bisa ‘menular’,: tulis Dora P. Rosati dkk dari McMaster Institute for Music and the Mind, Kanada.

Faktanya, rangkaian waktu unduhan untuk banyak lagu populer yang  dikaji dalam penelitian ini memiliki bentuk yang mirip dengan rangkaian waktu untuk penyakit menular. Lagu ternyata benar-benar menular. Mereka melompat dari satu pengguna ke pengguna lain dengan cara yang mirip dengan patogen virus.

Baca Juga :  PPKM Level 1-4 Berakhir Hari Ini, Apakah Tetap Berlanjut?

Gambaran itu seperti epidemi yang dapat membantu menjelaskan mekanisme sosial tentang penyebaran penyakit dan lagu. Sebagai contoh, ada beberapa orang yang rentan terhadap virus dan lagu viral. Kemudian, apabila ada lagu viral ditularkan dalam populasi, mereka yang langsung terpapar bisa menjadi terinfeksi. Kemudian dalam suatu waktu, mereka sembuh (recovered) dari lagu tersebut.

Rosati dan tim menyimpulkan bahwa suatu lagu menjadi viral atau menular mungkin disebabkan sifat bawaan dalam lagu. Tetapi dengan penelitian seperti ini, mereka mengungkap bahwa struktur komunitas juga mempengaruhi popularitas sebuah lagu.

Selanjutnya, para peneliti membandingkan berbagai genre lagu terkait jenis pengunduhan dan perilaku berbagi musik di antara penikmat. Hasilnya, meski lagu Pop dianggap populer (pop merujuk pada populer) nyatanya di Inggris Raya, lagu dengan genre Elektronik paling cepat mendapatkan popularitas dan menyebar, dalam pengamatan mereka.

Lagu-lagu hit dari genre tersebut melewati epidemi yang lebih pendek dan lebih cepat. “Artinya lagu-lagu ini tampaknya mendapatkan popularitas yang lebih cepat daripada genre lain, dan membakar populasi rentan mereka lebih cepat. Pada akhir epidemi penyakit, sebagian besar populasi akan terinfeksi penyakit ini, sedangkan pada akhir periode popularitas ekstrem lagu hit, sebagian besar populasi akan mengenali lagu itu.” terang para peneliti.

 

Pewarta : Adinda

Kanal Terkait