SATUKANAL.COM
Muncul Klaster Perkantoran Covid-19, Status Kabupaten Kediri Kembali Ke Zona Oranye
Kantor DPRD Kabupaten Kediri
BERITA COVID-19 HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Muncul Klaster Perkantoran Covid-19, Status Kabupaten Kediri Kembali Ke Zona Oranye

SATUKANAL.com, KEDIRI – Satuan tugas percepatan penanganan covid-19 Kabupaten Kediri, menyatakan status zona oranye, dalam penyebaran virus Covid-19 di Kabupaten Kediri.

Hal ini diungkapkan, seiring terkonfirmasinya beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kediri terpapar positif virus Covid-19. Hingga dilakukan penutupan (lockdown) Gedung DPRD selama lima hari, yakni hari Rabu sampai Minggu (15/11/2020).

“Kita (Kabupaten Kediri) kembali ke zona oranye. Maka kita menghimbau untuk menerapkan 3M, pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak,” kata Sekertaris Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri, Slamet Turmudi, saat dikonfirmasi Satukanal.com, Selasa (17/11/2020).

Baca Juga :  Calon Bupati Kediri, Gelar Diskusi Desa Inovasi Tanaman Organik

Ia juga mengungkapkan, perubahan status yang pada sebelumnya zona kuning, terjadi karena terus adanya peningkatan pasien terpapar positif Covid-19. Maka dihimbau untuk selalu menjaga protokol kesehatan.

Terkait penyebab terpaparnya anggota DPRD Kabupaten Kediri, dirinya belum bisa memastikan secara tepat. Namun dalam penanganan tersebut, telah membentuk Satuan Tugas Krisis Center yang ditugaskan khusus untuk klaster perkantoran.

“Satuan Tugas Krisis Center dibentuk mulai bulan Oktober khusus menangani perkantoran. Karena klaster perkantoran menjadi hal baru signifikan untuk pertambahan pasien terkontaminasi Virus Covid-19,” terangnya.

Baca Juga :  Tuntut Dana BOS dan Blanko Ijazah, Ratusan Guru Madrasah Lakukan Aksi Demo di Kemenag Kabupaten Kediri

Beberapa langkah yang diambil dalam penanganan tersebut ialah mengadakan penyemprotan desinfektan setiap hari diwilayah perkantoran DPRD. Selanjutnya melakukan penelusuran jejak kontak pasien yang terpapar positif Covid-19 dan di test Swab.

Berikutnya lokasi perkantoran terpapar akan dilakukan lockdown dan tidak diperbolehkan adanya aktivitas. “Belum tau penyebab anggota dewan terpapar. Namun bisa jadi hasil dari kunjungan kerja luar daerah. Kemungkinan seperti itu,” pungkasnya.

Pewarta: Anis Firmansah
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait