Mulai 12 Oktober Hingga November, Pemkot Malang Bebaskan Retribusi Para Pedagang Pasar - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Mulai 12 Oktober Hingga November, Pemkot Malang Bebaskan Retribusi Para Pedagang Pasar
Walikota Malang, Sutiaji saat memberikan keterangan (Foto: ilustrasi Satukanal.com)
ADV

Mulai 12 Oktober Hingga November, Pemkot Malang Bebaskan Retribusi Para Pedagang Pasar

Satukanal.com, Nasional – Guna mengurangi beban masyarakat di Kota Malang akibat pandemi Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan membebaskan retribusi pedagang di sejumlah pasar tradisional.

Diketahui, pembebasan retribusi pasar tradisional tersebut rencananya akan berlangsung selama dua bulan ke depan. Tepatnya pada tanggal 12 Oktober hingga November 2021 mendatang.

“Pembebasan retribusi berlaku mulai tanggal 12 Oktober besok, hingga dua bulan ke depan,” ungkap M Sailendra selaku Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Kadiskopindag) Kota Malang.

Baca Juga :  Mahasiswa UB Olah Limbah Kulit Durian Jadi Krim Atasi Jerawat

Menurut Sailendra, upaya ini dilakukan sebagai langkah untuk membantu para pedagang di tengah efek perekonomian saat pandemi Covid-19 yang mengalami penurunan.

“Dengan pembebasan retribusi, harapannya mengurangi beban para pedagang, dan meningkatkan penjualan mereka. Mereka tidak terbebani itu, jadi berjualan lebih enak,” terangnya.

Pemkot Malang juga telah mengajak berkomunikasi sejumlah paguyuban pedagang pasar di seluruh pasar tradisional, terkait wacana pembebasan retribusi iuran pedagang tersebut.

Sebagai informasi, Pemkot Malang terus berupaya untuk melangsungkan pembangunan pasar rakyat. Pembangunan pasar tersebut juga menjadi salah satu program prioritas dari Pemkot Malang.

Baca Juga :  Vacuum Frying, Inovasi Doktor Mengabdi UB untuk Tingkatkan Kualitas Bawang Goreng

Beberapa pasar rakyat yang sebelumnya kumuh, disulap menjadi bersih dan sehat. Diantaranya yakni, Pasar Klojen, Pasar Oro-oro Dowo, serta Pasar Kasin.

Diketahui, selama pandemi sebagian pasar terkesan sepi pengunjung karena banyak warga yang masih takut keluar rumah. Namun, dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat, seperti para pedagang dan pembeli menggunakan masker, maka lambat laun situasi tersebut akan berubah. (Adv) 

Kanal Terkait