SATUKANAL.COM
Muhammadiyah Siapkan 3 Nama untuk Pilkada Kediri 2020, Siapa Saja?
Ilustrasi Pilkada 2020. (Foto: jatimtimes)
BERITA HIGHLIGHT ISU PILIHAN

Muhammadiyah Siapkan 3 Nama untuk Pilkada Kediri 2020, Siapa Saja?

SATUKANAL, KEDIRI – Nama-nama kandidat calon bupati Kediri terus bermunculan. Di jalur independen, tiga nama pasangan calon secara resmi terdaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sementara, sederet nama juga santer terdengar mulai membangun komunikasi dengan partai-partai politik.

Dari sekian nama yang telah bermunculan melalui partai politik, jalur independen, hingga mengenalkan diri melalui spanduk-spanduk di tepi jalan, ada nama-nama yang tengah disiapkan di balik layar. Salah satunya oleh Muhammadiyah.

Sebagai organisasi pergerakan yang dikenal tidak berpolitik praktis, Muhammadiyah diam-diam sudah menyiapkan sejumlah nama. Ketua Bidang Hikmah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Kediri, Bahrul Ihsan menyebut, nama yang disiapkan ini tak lantas akan diajukan ke parpol maupun jalur independen.

Bahrul menyebut, tiga nama ini disiapkan bilamana suatu saat partai politik menanyakan kesiapan Muhammadiyah untuk bergabung dalam kontestasi Pilkada.

“Muhammadiyah sudah muncul lebih dulu ketimbang berdirinya negara ini. Soal Pilkada, kalau ada pertanyaan atau tawaran dari parpol, Muhammadiyah tentu harus lebih dulu menyiapkan,” terang Bahrul.

Sejauh ini, Muhammadiyah menempatkan diri sebagai tenaga adhoc, baik di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hal tersebut, imbuh Bahrul, merupakan salah satu ikhtiar jihad politik Muhammadiyah.

Baca Juga :  Tambah Lagi 16 Orang, Total Positif di Kabupaten Kediri Capai 96 Kasus

Masih menurut keterangan Bahrul, tiga nama tersebut merupakan keputusan organisasi yang ditelurkan dari beberapa kali diskusi internal. Meski demikian, Bahrul meyakinkan ketiga nama yang sudah disiapkan tersebut tak akan diajukan ke parpol.

“Muhammadiyah menyiapkan kader terbaik, dan siap menerima lamaran parpol,” tutur pria yang juga pengajar sekolah dasar ini.

Jika akhirnya tak ada parpol yang melamar nama yang sudah disiapkan tersebut, hal itu tak akan menjadi masalah. Muhammadiyah akan mengarahkan warganya untuk memilih satu calon yang terbaik. “Kalau tidak ada yang terbaik, paling tidak yang keburukannya paling sedikit,” tegas Bahrul.

Siapa tiga nama tersebut? Ialah Abu Abik Thoiron, ketua Muhammadiyah Kabupaten Kediri periode 2000 hingga 2012. Jika warga Kediri sering berbelanja di Swalayan Surya yang tersebar di seantero Kediri, Abu Abik-lah pengusaha di balik swalayan ini. Pria yang kini menjadi kepala di salah satu sekolah Muhammadiyah ini juga telah memiliki reputasi yang sangat baik di kalangan warga organisasi berlambang matahari.

Nama kedua yakni Ahmad Fanani Sumali. Tentu saja nama ini tak asing, sebab Fanani tengah menjabat sebagai Ketua Muhammadiyah Kabupaten Kediri. Selain aktivis Muhammadiyah, Fanani juga eks birokrat di Bakesbangpol Kabupaten Kediri, serta pernah menjabat sekretaris Serikat Pekerja Seluruh Indonesia selama puluhan tahun hingga 2017 lalu.

Baca Juga :  Empat Warga Kediri ODP Kluster Pabrik Rokok Dijemput Tim Gugus Tugas Covid-19

Sosok terakhir yang disiapkan yakni Afwan Al Asgaf. Pemuda yang karib disapa Affan merupakan mantan Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia. Saat ini, Affan tengah menjabat sebagai Ketua Pemuda Muhamamdiyah Kabupaten Kediri.

Bahrul mengklaim, komunikasi Muhammadiyah dengan sesama ormas di Kabupaten Kediri sangat baik. Tiga nama yang disiapkan tersebut, selain sudah dikenal oleh warga Kabupaten Kediri, juga memiliki kedekatan personal dan emosional yang baik dengan sesama pimpinan ormas.

Meski demikian, tiga nama tersebut dipastikan Bahrul tak akan maju lewat jalur independen. “Selain waktunya sudah mepet, bentuk jihad politik Muhammadiyah ya dengan menyiapkan kader terbaiknya, dan siap apabila ada yang melamar,” tegas Bahrul.

Di tempat terpisah, kandidat calon bupati Kediri Yekti Murih Wiyati mengaku sudah mulai membangun komunikasi dengan ormas. Organisasi perempuan Muhammadiyah, Aisyiyah, termasuk yang diagendakan.

“Baru Fatayat, yang lain belum. Ada rencana juga, ke Muslimat, ke Aisyiyah juga,” sebut perempuan Ketua KADIN Kabupaten Kediri ini.

Pewarta: Isnatul Chasanah

Redaktur: N Ratri

    Kanal Terkait