Mudik Lokal Antar Kota di Jatim Tetap Dilarang - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Mudik Lokal Antar Kota di Jatim Tetap Dilarang
BERITA HIGHLIGHT

Mudik Lokal Antar Kota di Jatim Tetap Dilarang

SATUKANAL.com, JAWA TIMUR– Mudik lokal antar kota atau kabupaten di wilayah Jawa Timur (Jatim) tetap dilarang oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.

Diketahui, pemerintah pusat melalui Menhub sempat memberikan statement bahwa mudik dalam satu aglomerasi diperbolehkan. Meski demikian, melalui Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Nyono mengatakan jika hal tersebut tetap dilarang di Jatim.

Kawasan mudik lokal atau aglomerasi Jatim yang disebut sebagai Gerbangkertasusilo sendiri terdiri dari Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan. Sedangkan untuk waktu pelarangannya yakni berlaku dari 6 Mei hingga 17 Mei 2021.

“Mudik dilarang termasuk di kawasan alomerasi, medik jelas dilarang. Yang dibolehkan hanyalah perjalanan dengan keterangan yang jelas. Termasuk di kawasan aglomerasi itu,” tegas Nyono.

Nyono menjelaskan bahwa perjalanan dengan keterangan yang jelas adalah untuk kepentingan logistik, untuk kepentingan bekerja, untuk urusan kesehatan, untuk sembako, melahirkan dan perjalanan dinas.

Baca Juga :  Ratusan Personel Gabungan Jaga Kampung Kota Kediri, Tolak Mudik Lebaran 2021

Keterangan itu, kata Nyono, berupa surat yang harus dibawa seseorang yang sedang bepergian di kawasan aglomerasi. “Misalnya, jika ASN bertugas ya harus ada surat tugasnya, pegawai swasta juga harus membawa surat tugas dari perusahaannya.” Ujarnya.

Begitu pula bagi pedagang yang sedang kulakan, jika tak ada perusahaan yang menaungi maka bisa dengan surat keterangan dari RT/RW atau desa/kelurahan. Lebih lanjut, penyekatan dan pos-pos pengawasan, kata Nyono, juga akan dipasang di pintu-pintu keluar masuk daerah aglomerasi maupun se-Jatim.

“Jadi yang boleh bepergian atau perjalanan harus jelas alasannya. Jika tak ada alasan yang jelas maka ya putar baalik, tidak diizinkan melintas keluar ataupun masuk. Untuk itu, akan ada penyekatan dan pos-pos pengawasan di pintu-pintu keluar masuk daerah aglomerasi Jatim,” terangnya.

Baca Juga :  Khofifah: Santri di Jatim Diizinkan Mudik

Menurut Nyono, mudik termasuk perjalanan dengan alasan yang tidak diizinkan. Mudik merupakan kegiatan memboyog satu orang atau lebih dari satu daerah ke daerah yang lain. Maka dalam kondisi pandemi Covid-19 semacam ini, kegiatan semacam itu masih dilarang.

Sementara itu, pihak Kepolisian juga akan membantu Dishub dalam melakukan penjagaan dan pengawasan di lalu lintas. Fungsi pengawasan ini nanti akan dijalankan dengan ketat.

Untuk perjalanan di kawasan aglomerasi, Nyono kembali menegaskan memang dibolehkan namun dengan keterangan. Kemudian, jika dari luar daerah aglomerasi yang akan masuk atau keluar maka tetap dilarag.

Di akhir pernyatannyaa, Nyono berpesan agar masyarakat patuh dan ikut serta dalam penanganan pandemi Covid-19. “Marilah kita tahan dulu. Jangan mudik dulu. Kita Tuntaskan penanganan pandemi Covid-19 dulu,” pungkasnya.

 

 

 

 

Pewarta: Adinda
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait