Monumen Dharma Bakti Pramuka, Kisah Kelam Pramuka Di Coban Talun - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Monumen Dharma Bakti Pramuka, Kisah Kelam Pramuka Di Coban Talun

Satukanal.com, Malang – Bagi kalian yang gemar mengunjungi wisata alam di Malang, tentunya sudah tidak asing lagi dengan wisata Coban Talun. Wisata yang berlokasi di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, ini selain dikenal dengan keindahan air terjunnya, juga terdapat sebuah bumi perkemahan luas.

Bumi perkemahan Coban Talun dari dulu memang sudah menjadi salah satu tempat favorit untuk aneka kegiatan kepramukaan. Padang rumput yang hijau dan dikelilingi oleh pohon-pohon pinus menjadikan tempat tersebut cocok digunakan untuk kegiatan berkemah.

Apabila kalian berkemah di sana, suasana alam yang masih asri akan membuat kalian betah berlama-lama dilokasi tersebut. Selain menyimpan keindahan alam dan keasrian lingkungannya, ternyata di lokasi wisata ini juga memiliki sebuah monumen.

Bernama Monumen Dharma Bakti Pramuka, merupakan satu monumen yang terdapat di lokasi Coban Talun yang dicat putih dengan tunas kelapa sebagai puncaknya, ternyata menyimpan sejarah kelam dibalik adanya monumen tersebut.

Monumen Dharma Bakti Pramuka yang dibangun pada tanggal 3 November 2006 lalu, menjadi salah satu bangunan monumen yang dibuat untuk memperingati salah satu kejadian kelam saat Gerakan Kwartir Cabang (Kwarcab) menggelar acara Lomba Tingkat (LT) III.

Acara perkemahan Lomba Tingkat III yang semestinya menjadi ajang kegembiraan bagi para siswa-siswi Pramuka, berubah menjadi kejadian buruk dan isak tangis pada malam itu juga. Kejadian tersebut bermula pada saat peserta acara perkemahan lomba tingkat III usai melakukan pentas seni untuk beristirahat di tendanya masing-masing.

Pada saat hari mulai malam dan lingkungan sekitar perkemahan yang gelap, sebuah pohon pinus besar di sekitar tenda para siswa tiba-tiba ambruk dan menerpa tenda SMPN 2 Kota Batu yang diisi oleh 10 siswi pramuka.

Ambruknya pohon pinus yang berukuran besar tersebut membuat tiga anggota pramuka tewas seketika, seorang lagi mengalami luka berat dan mengalami kondisi kritis tetapi akhirnya meninggal di RS Baptis Batu, sementara tiga pramuka mengalami luka ringan, dan tiga lain selamat.

Isak tangis dari orang tua korban menjelma menjadi mendung hitam di atas langit Coban Talun. Sejenak Coban Talun menjadi murung dan menjadi saksi bisu atas sebuah bencana. Atas kejadian tersebut, monumen bertinggi tiga meter ini dibangun atas ide kepala sekolah SMP di Kota Batu yang notabenenya adalah peserta acara perkemahan Lomba Tingkat III.

Monumen tersebut ia bangun untuk mengenang Dharma Bakti seorang Pramuka dengan tunas kelapa di bagian atasnya. Monumen tersebut juga bertuliskan sebuah untaian kata-kata duka, dan nama anak-anak yang menjadi korban. Inilah isi tukisan dari monumen tersebut :


Monumen Dharma Bakti Pramuka

Tak cukup menangisi kepergianmu

Dengan derai air mataku…

Akan kutulis untaian harapan

Meneruskan cita-cita dan Darma Baktimu

Sebagai penghormatan Darma Baktimu :

  1. Rosa Amalia
  2. Kattalea Karisma Maharani
  3. Dita Nur Aisiyah
  4. Rizki Dona Ariska

Akan kuteruskan cita-cita dan perjuangamu…

 

 

 

 

 

Pewarta : Naviska Rahmadani
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait