Momentum HGN, Guru Honorer di Jombang Masih Digaji Ratusan Ribu Rupiah - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Momentum HGN, Guru Honorer di Jombang Masih Digaji Ratusan Ribu Rupiah
Potret guru honorer di Jombang demo agar disejahterakan pemerintah beberapa waktu lalu (Foto: Anggit Puji/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Straight

Momentum HGN, Guru Honorer di Jombang Masih Digaji Ratusan Ribu Rupiah

Satukanal.com, Jombang – Momentum Hari Guru Nasional (HGN) yang jatuh setiap tanggal 25 November biasanya diwarnai dengan ucapan terimakasih dari murid kepada sang guru dengan memberikan cinderamata berupa bunga maupun kado.

Namun, momentum HGN tahun 2021 yang mengusung tema “Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan” ini tak sepenuhnya dinikmati oleh para guru, khususnya guru honorer.

Di Kabupaten Jombang sendiri, guru honorer mencapai ribuan orang dan tersebar di setiap lembaga sekolah dari kota hingga pelosok. Para pengajar yang bisa dikatakan tak terikat ini pun terkadang hanya dibayar ratusan ribu rupiah.

Padahal, jika menilik peran seorang guru, Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara pernah mengatakan guru memiliki tiga peran, yaitu di depan memberi teladan (Ing Ngarso Sung Tulodo), di tengah membangun kemauan (Ing Madyo Mangun Karso), dan di belakang memberikan dukungan moral (Tut Wuri Handayani).

Dengan demikian, tugas guru tidak hanya mengajarkan mata pelajaran di sekolah, tapi juga mendidik moral, etika, juga karakter peserta didik. Namun, apa jadinya jika ketiga peran tersebut sudah dilakukan tanpa ada apresiasi lebih?

Baca Juga :  Jombang PPKM Level 1, Beberapa Sektor Diizinkan Secara Bersyarat

Ketua Tenaga Honorer K2 Bersatu Indonesia (THK2BI) DPD Jombang, Ipung Kurniawan, menceritakan bagaimana kondisi guru honorer di Jombang. Dari yang digaji ratusan ribu per bulan, hingga sudah lama mengajar tapi belum diangkat menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara).

“Perekrutan guru honorer sudah di atur dalam PP (Peraturan Pemerintah) 49 tahun 2018 tentang pengangkatan guru honorer menjadi ASN/PPPK. Hanya saja kebijakannya belum bisa mengakomodir guru honorer secara keseluruhan. Bahkan, yang benar-benar mengabdi sudah lama tidak bisa terekrut menjadi ASN,” ucapnya pada Kamis (25/11/2021).

Di Kota Santri sendiri, dikatakannya masih banyak yang gajinya memprihatinkan dan tidak ada kenaikan.

“Di Jombang masih banyak menyisahkan guru honorer dan gajinya sangat memprihatinkan karena tidak ada kenaikan,” katanya.

Ia melanjutkan, kesenjangan semakin terasa ketika teman se-perjuangan sudah bisa menikmati gaji selayaknya PNS. Satu sisi, guru honorer yang belum terangkat statusnya hanya bisa menikmati gaji dari sekolah yang nominalnya rata-rata Rp 400 – 500 ribu sebulan.

Baca Juga :  Meski Sudah Level 1, PTM di Jombang Masih Pakai Sistem Shifting

“Kalau keseluruhan guru honorer bisa ratusan, kalau ditambah dengan tenaga kependidikan bisa sampai ribuan,” ungkapnya.

Dengan momentum HGN tahun ini, ia berharap Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Jombang yang notabene sudah mempekerjakan honorer sejak lama terutama yang belum diangkat ASN diberikan perhatian khusus terkait gajinya.

“Jadi tidak menimbulkan kecemburuan antara sesama guru yang dulu bersama-sama ikut berjuang dalam mencerdaskan anak bangsa. Tuntutan kita ke Pemkab sudah direalisasi dengan diusulkannya formasi ASN/PPPK, hanya saja kesejahteraan bagi guru honorer yang belum diangkat ASN belum ada perhatian,” jelasnya.

Menurutnya, hal itu sangat penting, mengingat pendidikan itu tidak hanya guru, tapi juga ada tenaga kependidikan seperti tukang kebun, TU (Tata Usaha) dan sektor lainnya.

“Harapan kami, tenaga teknis diusulkan untuk menjadi ASN. Karena mereka juga bagian terpenting dari berjalannya pendidikan,” pungkasnya.

 

 

Pewarta : Anggit Puji
Editor : Adinda

    Kanal Terkait