Moderna Tak Penuhi Kriteria Jadi Vaksin Booster, Mengapa? - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Moderna Tak Penuhi Kriteria Jadi Vaksin Booster, Mengapa?
Vaksin Covid-19 jenis Moderna (Foto: Pixabay.com)
BERITA Kanal Artikel Kanal Highlight

Moderna Tak Penuhi Kriteria Jadi Vaksin Booster, Mengapa?

Satukanal.com, NasionalVaksin Moderna memang banyak digunakan di sejumlah negara sebagai vaksin booster untuk dosis ketiga. Salah satunya Indonesia yang memberikan vaksin booster Moderna kepada para tenaga kesehatan (nakes).

Dilansir dari tempo, Selasa (12/10/2021) Ilmuwan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) mengatakan bahwa Moderna belum memenuhi semua kriteria yang ditetapkan untuk mendapatkan izin sebagai vaksin penguat atau booster Covid-19. Lalu mengapa demikian?

Vaksin Moderna Melemah dari Waktu ke Waktu

Bulan September lalu, Moderna mengirimkan data ke Vaccines and Related Biological Products Advisory Committee (VRBPAC) di FDA agar mendukung vaksin booster.

Perusahaan biotek itu berpendapat bahwa vaksin melemah dari waktu ke waktu, dan dosis ketiga diperlukan untuk melindungi dari virus, terutama bagi kalangan orang dewasa yang lebih tua. Para ilmuwan mengakui beberapa penelitian telah menunjukkan penurunan efektivitas vaksin Moderna.

“Namun, secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa saat ini vaksin Covid-19 yang dilisensikan atau disahkan AS masih memberikan perlindungan terhadap penyakit Covid-19 yang parah dan kematian di Amerika Serikat,” tulis mereka.

Baca Juga :  Operasi Patuh Semeru Jombang Sasar Masyarakat Tak Disiplin Prokes

Dua Dosis Vaksin Moderna Beri Kekebalan yang Cukup

Dokumen staf FDA menunjukkan bahwa dua dosis vaksin Moderna memberikan kekebalan yang cukup terhadap virus Corona. Oleh sebab itu, dosis ketiga vaksin Moderna tidak diperlukan untuk melindungi dari varian Delta yang lebih menular.

Efikasi Vaksin Moderna

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), vaksin Moderna memiliki efikasi mencapai 94,1 persen untuk mencegah infeksi Covid-19 pada orang yang menerima dua dosis vaksin.

Selain itu, Moderna juga terbukti efektif dalam uji klinis untuk mencegah Covid-19 di antara orang-orang dengan berbagai kategori usia, jenis kelamin, ras, etnis, dan orang-orang dengan kondisi medis yang mendasarinya.

Efek Samping Vaksin Moderna

Efek samping yang mungkin ditimbulkan oleh vaksin Moderna terjadi dalam satu atau dua hari setelah vaksinasi. Adapun kemungkinan efek samping Moderna mencakup kemerahan, rasa sakit, dan pembengkakan di lengan yang disuntikkan vaksin.

Baca Juga :  PPKM Level 1-4 Berakhir Hari Ini, Apakah Tetap Berlanjut?

Efek lainnya yang akan timbul di antarannya seperti, kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, panas dingin, demam, serta mual. Munculnya efek samping ringan ini merupakan tanda normal bahwa tubuh sedang membangun perlindungan dan gejalanya akan hilang dalam beberapa hari.

Beberapa Negara Hentikan Penggunaan Moderna

Beberapa negara seperti Denmark, Swedia dan Finlandia telah memutuskan untuk menghentikan penggunaan vaksin Moderna menyusul temuan efek samping miokarditis atau peradangan otot/selaput jantung.

Akibat gejala, Miokarditis tersebut, penerima vaksin Moderna akan merasakan jantung seperti berdebar-debar, kemudian jantung lebih cepat memompa darah. Namun hingga saat ini, belum ada masyarakat Indonesia yang dilaporkan mengalami gejala lanjutan Miokarditis setelah disuntik Moderna.

 

 

Pewarta : Viska
Editor : Adinda

Kanal Terkait