Misteri Selisih Uang yang Dicuri Pelaku di Ponpes Al Ishlahiyah Akhirnya Terjawab, Berikut Kronologinya - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA

Misteri Selisih Uang yang Dicuri Pelaku di Ponpes Al Ishlahiyah Akhirnya Terjawab, Berikut Kronologinya

Teka-teki selisih uang yang hilang akhirnya terpecahkan.

Setelah sebelumnya sempat terjadi selisih nominal, kini misteri tersebut terjawab.

Pihak keluarga tersangka pencurian uang ratusan juta milik Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ishlahiyah, Kecamatan Singosari memilih untuk mengembalikan uang yang digunakan pelaku.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, jagat maya sempat dihebohkan dengan kasus pencurian uang ratusan juta milik pondok, yang terjadi pada 13 Februari lalu.

Dalam rekaman Closed Circuit Television (CCTV), yang menjamur di media sosial (medsos), pelaku terlihat jelas saat beraksi mengambil uang di pondok yang berlokasi di Jalan Kramat, Kelurahan Pagentan, Kecamatan Singosari.

Kasus ini akhirnya dilaporkan ke Polsek Singosari, beberapa jam setelah kejadian.

Awal laporan, pihak pengelola menafsirkan uang yang hilang mencapai kisaran Rp 130 juta. Namun ketika dihitung ulang, uang yang hilang ternyata Rp 135 juta.

Berselang beberapa hari kemudian, pihak pengelola ponpes kembali merevisi jumlah nominal uang yang dicuri pelaku. Ternyata mencapai Rp 213.090.000.

“Setelah kami rekap ulang dan melihat catatan serta pemberkasan, uang yang hilang memang segitu (Rp 213.090.000),” kata Cucu pendiri Ponpes Al Ishlahiyah, Ahsani F Rahman.

Dari jumlah uang yang hilang tersebut, sebagian di antaranya sempat dikembalikan pelaku melalui jasa pengiriman barang senilai Rp 146.050.000.

Selain uang, pelaku juga melampirkan surat permohonan maaf dan meminta agar pihak pengelola ponpes menghapus semua foto dan rekaman video saat dirinya beraksi mencuri uang.

Berselang kurang dari sepekan, tepatnya pada Senin (18/2/2019), jajaran kepolisian Polsek Singosari berhasil meringkus pelaku yang bernama Siska Zumrotul Fauziah.

Saat itu, perempuan 21 tahun ini diringkus petugas ketika berada di kampung halamannya di Dusun Pulo Desa Selobagus Kecamatan Parengan Kabupaten Tuban.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita beberapa barang bukti.

Di antaranya, sejumlah uang yang dikembalikan pelaku, nota pembayaran berobat, dan nota belanja, serta beberapa barang bukti lainnya.

Perlu diketahui, sebagian uang hasil curian memang sempat digunakan pelaku untuk belanja dan berobat, selain itu pelaku juga sempat melakukan setor tunai ke rekening pribadinya.

Rinciannya, Rp 136.500 untuk berobat ke rumah sakit Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), kemudian untuk belanja ditafsir menjapai kisaran Rp 2 juta. Sementara yang disetor tunai ke ATM pribadi milik pelaku mencapai nominal sekitar Rp 7 juta.

Terlepas dari itu semua, diketahui jika dari uang yang dikembalikan dan jumlah uang yang hilang masih ada selisih Rp 67.040.000. Dimana selisih tersebut sudah dikembalikan oleh pihak keluarga pelaku.

“Kemarin (Rabu) sekitar jam 11.00 WIB, pihak keluarga beserta kuasa hukumnya datang ke pondok dan mengembalikan sejumlah uang yang dicuri pelaku. Benar, nominal yang dikembalikan memang segitu (Rp 67.040.000),” sambung Ahsani F Rahman kepadasatuchannel, Kamis (21/2/2019).

Ketika ditanya terkait langkah ke depan perihal kasus pencurian yang terjadi di ponpes, pria yang akrab disapa Gus Sani ini, mengaku sudah memaafkan perbuatan pelaku.

Hanya saja proses hukum sepenuhnya diserahkan kepada pihak kepolisian.

“Kami sudah melakukan rapat intern yayasan ponpes, ada beberapa pendapat. Satu sisi ada yang menyuruh untuk tidak melanjutkan laporan, satu sisi lainnya memberi saran agar kasus hukum tetap dilanjutkan. Hingga kini belum ada keputusan pasti,” sambung Gus Sani.

Gus Sani menambahkan, hingga sekarang pihak ponpes belum ada upaya khusus untuk mencabut berkas laporan.

“Hingga saat ini laporan ke polisi belum kami cabut,” tegasnya.

Terpisah, Kapolsek Singosari Kompol Untung Bagyo Riyanto menegaskan jika pengusutan kasus bakal terus dilanjutkan.

“Saat ini terhadap tersangka sudah kami lakukan pemeriksaan,” pungkasnya.

Kanal Terkait