Miris, Okupansi Hotel di Batu Mendekati Titik Nol Persen - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Hotel Selecta yang terletak di Kota Batu. Menurut PHRI Batu, PPKM Darurat berdampak pada meruginya hotel-hotel di Kota Batu. (foto: batukota.go.id)
Kanal Highlight Kanal Straight

Miris, Okupansi Hotel di Batu Mendekati Titik Nol Persen

Satukanal.com, Batu – Gemerlap lampu penginapan Kota Batu kian meredup. Sebagai imbas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, jumlah wisatawan yang menjadi pangsa pasar perhotelan di Batu menurun drastis. Pengelola hotel merugi lantaran operasional terus menyerap biaya, sementara pengunjung sepi.

Mayoritas hotel di Batu hanya buka tanpa ada pengunjung. “Kebanyakan tetap buka, karena kan sektor esensial, jadi diperbolehkan,” ucap Sujud Hariadi, Ketua Perhumpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu kepada satukanal.com, Selasa (27/7/2021).

Meski buka, dampak negatif dari PPKM dirasa sangat berat. Bahkan, menurut Sujud, okupansi hotel Kota Batu sangat merosot hingga mendekati titik nol persen secara rata-rata. Dari sisi ekonomi, hal tersebut pasti sangat merugikan pihak pengelola.

Dari 66 hotel yang terdaftar di PHRI, hampir seluruhnya merugi. Pihak pengelola tetap harus memenuhi biaya operasional. Padahal nihil pendapatan yang masuk. Tapi, ia menyadari kebijakan ini dilakukan demi kesehatan masyarakat yang jadi hal utama.

Baca Juga :  Desa Wisata Semen Blitar Sabet Juara 3 Desa Wisata Awards

Sujud juga menyodorkan kiat demi menarik wisatawan supaya berkunjung lagi ke Kota Apel setelah PPKM usai. Salah satunya, ia ingin agar seluruh pelaku dunia pariwisata Kota Batu bisa tervaksin.

Menurut data yang dia punya, kini sudah ada 50 persen pelaku usaha yang menjalani vaksin tahap pertama. 20 persen menjalani vaksin tahap kedua. Sedangkan 45 persen belum tersentuh vaksin. Ia terus mengejar agar angka pelaku sektor pariwisata bisa tervaksin seratus persen.

“Hal lain tentunya penerapan CHSE dan sertifikat CHSE di Batu sudah memuaskan. Tinggal meyakinkan kepada wisatawan bahwa prokes Di hotel, resto dan destinasi wisata sudah sangat Baik. Sehingga sangat aman untuk dikunjungi,” ungkapnya. Ia memiliki harapan yang banyak orang punyai. Yaitu agar pandemi bisa segera berlalu.

Baca Juga :  Wujudkan Herd Immunity, Pemkab Mojokerto Genjot Vaksinasi di Ponpes

Secara umum, PPKM Darurat ini memukul sektor bisnis perhotelan. Melansir idxchannel.com, laporan sekitar 780 anggota PHRI di Jawa Timur, okupansinya mayoritas kurang dari 10 persen.

Bisnis perhotelan ini kian terpukul dengan ketiadaan keringanan biaya dari pemerintah melalui relaksasi pajak maupun pembayaran lainnya seperti BPJS Ketenagakerjaan, PLN, hingga PDAM.

“Lebih dari 50 persen hotel dan restoran di Jawa Timur merumahkan (pekerjanya), kalau tidak itu ya tidak bangkit lagi, yang penting kita bisa bertahan,” ungkap Dwi Cahyono, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur.(*)

Pewarta : Wildan Agta

Editor : Danu Sukendro

    Kanal Terkait