Miris Melihat Sampah Popok, Pria Asal Batu Ini Produksi Seribu Pot Khusus - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA

Miris Melihat Sampah Popok, Pria Asal Batu Ini Produksi Seribu Pot Khusus

Satukanal.com – Popok menjadi salah satu sampah serius di lingkungan. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengurai permasalahan tersebut dengan mengelola popok.

Hal itulah yang dilakukan oleh penggiat lingkungan di Kota Batu yakni Rudi Eko Prasetyo warga Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo.

Untuk mengurangi sampah popok yang disulap menjadi pot tanaman.

Siapa sangka kini di rumah Eko sudah banyak tumpukan pot berwarna-warni yang terbuat dari popok. Sedikitnya ia telah memproduksi seribu pot.

Eko memulai membuat pot itu sejak akhir tahun 2018 silam. Ia pun memanfaatkan popok dari tetangganya. Mulai dari popok hingga dewasa.

Bahan Eko tidak menerima begitu saja, tetapi membeli di tetangganya dengan keadaan yang sudah bersih.

Baca Juga :  Eco Green Park Batu, Sulap Sampah Jadi Karya Yang Menawan

“Jadi saya sudah dalam keadaan bersih. Setelah gel yang menampung kotoran dibuang. Lalu dijemur, baru saya beli,” ungkap Eko.

Untuk sekali membeli popok yang sudah dibersihkan itu Eko bisa mendapat 1000 popok.

Untuk membuatnya menjadi sebuah pot, Eko mencapmpurkannya dengan campuran bahan lainnya yakni semen, perekat, dan air.

Tapi jangan salah, untuk membuat pot ini tidaklah mudah.

“Popok yang sudah bersih itu harus direndam dulu dengan bahan baku utama yaitu semen. Supaya meresap ke dalam popok sehingga mudah untuk dibentuk,” imbuhnya.

Setelah popok dan semen direndam, memasuki proses mencetak pot. Setelah pot itu kering dilepaskan dari cetakannya.

Baca Juga :  Daur Ulang Sampah Jadi Produk Bernilai Ekonomi, Strategi DLH Kota Batu Tekan Volume Sampah Hingga 25 Persen

Untuk satu pot ukuran diameter 20 bisa menggunakan 15-20.

Pot yang ia buat juga ada yang khusus pot untuk anggrek yang membutuhkan ruang udara dibagian samping pot.

Menurutnya ide itu didapatkannya karena selalu berkecimpung dalam dunia persampahan.

Terlebih saat bertemu dengan sampah popok yang kerap ditemukan di sungai.

“Saya sering nemu di sungai itu pasti ada sampah popok. Mulai dari situ, kenapa tidak difungsikan saja,” tambah Eko.

Hanya saja hingga saat ini pot popok itu belum ia jual, tetapi rencana akan dikomersialkan dengan menggandeng bank sampah di Kota Batu.

Kanal Terkait