Miris! 22 Gajah di Taman Nasional Way Kambas Mati Diburu - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Miris! 22 Gajah di Taman Nasional Way Kambas Mati Diburu
Ilustrasi Gajah (Foto: Pixabay.com)
BERITA Kanal Artikel Kanal Highlight

Miris! 22 Gajah di Taman Nasional Way Kambas Mati Diburu

Satukanal.com, Nasional –  Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung mencatat dalam kurun waktu 10 tahun terakhir menemukan sebanyak 22 ekor gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) dalam kondisi mati akibat perburuan liar.

Pada temuan tersebut, gajah yang ditemukan mati telah kehilangan gading atau caling (gading gajah betina) serta giginya. Selain itu, Polisi hutan Balai TNWK juga menemukan sejumlah barang bukti di antaranya seperti:

  • 741 jerat seling,
  • 34 sepeda angin,
  • 4 perahu dayung,
  • tulang kepala gajah,
  • tulang dan pinggul.

Sementara, Kuswandono selaku Kepala Balai TNWK, menjelaskan pada semester pertama 2021 ditemukan jenis alat perburuan meliputi:

  • 1 jaring kabut,
  • 7 jerat nilon,
  • 16 jerat jerat seling,
  • 40 jerat selling kecil,
  • 2 perangkap kandang,
  • 3 stick,
  • 13 tanda perburuan lainnya.

Namun, menurut data yang dirilis oleh Wildlife Conservation Societies (WCS) merinci adanya temuan gajah mati sebanyak 26 ekor sejak tahun:

  • 2011, sebanyak enam ekor gajah terdiri atas lima jantan dan satu betina
  • 2012, satu ekor gajah betina
  • 2013, sebanyak tiga ekor gajah terdiri atas satu jantan dan satu betina
  • 2014, sebanyak dua ekor gajah terdiri atas satu jantan dan satu betina
  • 2015, sebanyak enam ekor gajah mati terdiri atas lima betina dan satu jantan
  • 2016, sebanyak tiga ekor gajah mati terdiri atas satu jantan, satu betina dan satunya ialah bayi gajah yang mati karena sakit
  • 2017, sebanyak empat ekor gajah mati terdiri atas satu gajah betina dan tiga ekor tidak diketahui jenis kelaminnya karena tersisa tulangnya
  • 2021, satu ekor gajah betina
Baca Juga :  5 Tips Agar Tetap Konsisten Saat Berolahraga

Dilansir dari mediaindonesia, perburuan gajah di TNWK ternyata masih sering terjadi. Hal itu didasarkan pada beberapa temuan gajah yang mati secara tidak wajar setiap tahunya.

Sugio selaku aktivis WCS Lampung Timur mengatakan, terdapat satwa lain yang juga menjadi incaran para pemburu. Diantaranya seperti harimau, badak, beruang, dan tapir juga terancam diburu, termasuk rusa dan burung. Motif pemburu itu bisa karena ekonomi dan hobi.

Baca Juga :  Tahun 2022, Pemkot Batu Targetkan Tiap Desa Punya Satu Perpustakaan

“Maraknya perburuan itu karena banyaknya celah masuk bagi para pemburu ke dalam hutan TMWK mengingat topografi hutan Way Kambas yang datar, berdampingan dengan permukiman penduduk dan berbatasan dengan laut sehingga petugas kesulitan mengawasinya,” terangnya.

Sebagai upaya pengawasan dan pencegahan perburuan liar, TNWK juga bekerja sama dengan sejumlah pihak, seperti perguruan tinggi, pemerintah daerah, penegak hukum, dan masyarakat sekitar kawasan, serta lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Sebagai informasi, Berdasarkan Undang-Undang (UU) No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, gajah sumatera termasuk ke dalam daftar jenis satwa yang harus dilindungi.

 

Pewarta : Viska
Editor : Adinda

Kanal Terkait