Minyak Goreng di atas HET, Pedagang Sembako Kediri Kesulitan Pasokan - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Distribusi minyak goreng Rp 14.000 per Liter, Kini Sudah Terealisasi 60%
Salah satu pedagang sembako di Pasar Pahing, Kecamatan Pesantren Kota Kediri (Foto: Anis Firmansyah/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Minyak Goreng di atas HET, Pedagang Sembako Kediri Kesulitan Pasokan

Satukanal.com, Kediri – Pedagang sembako Kota Kediri mengeluhkan kenaikan harga minyak goreng dalam beberapa pekan terakhir. Saat ini, harga minyak goreng sudah melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 11 ribu per 1 liter.

Fitri, salah satu pedagang sembako di Pasar Pahing, Kecamatan Pesantren Kota Kediri, mengatakan minyak goreng mengalami kenaikan signifikan selama 1 bulan terakhir. Melebihi HET, kini harga minyak goreng curah bisa menyentuh harga Rp 19 ribu per liter.

Akibatnya, para pelanggannya mulai berpindah dari jenis minyak goreng curah ke model kemasan. Kenaikan harga ini dinilai menyulitkan pasokan dagangannya.

“Sekarang naik, minyak kemasan atau refil Rp 14 ribu menjadi Rp 17 ribu untuk 1 liter, sementara untuk 2 liter dari Rp 24 ribu menjadi 33 ribu. Naiknya secara bertahap selama beberapa pekan terakhir,” kata Fitri kepada satukanal.com, Selasa (2/11/2021).

Baca Juga :  Di Kota Kediri, Status Nikah Siri Bisa Membuat KK

Meski harga naik, Fitri menyebut tidak ada penurunan permintaan dari pelanggannya. Sebab, minyak goreng ini termasuk dalam kebutuhan pokok sehari-hari.

Namun, akibat kenaikan harga tersebut, ia menerima banyak keluhan dari pelanggannya. “Banyak yang mengeluh, terutama penjual gorengan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Kediri, Anik Sumartini menjelaskan kenaikan harga minyak goreng terjadi secara nasional.

“Menurut Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia kenaikan harga sawit terjadi karena keterbatasan pasokan sawit. Akibatnya bahan baku minyak goreng juga naik,” tuturnya.

Selain itu, Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) karena Covid-19 juga menjadi alasan lainnya. Penurunan konsumen retail selama PPKM berimbas pada penurunan pasokan ke pasar-pasar.

Baca Juga :  Persedikab Siapkan Skema Adu Pinalti Lawan PSPK Pasuruan

Menurutnya peningkatan harga terjadi pada minyak sawit kualitas 1 yang dijual dengan kemasan 2 liter. Karena harga kualitas 1 naik, banyak rumah tangga beralih pada minyak yang lebih murah yakni kualitas 2 yang dijual dengan harga 1 liter.

“Kalau dilihat sebenarnya ketersediaan di pasar tetap ada. Pengaruh tertinggi karena kenaikan harga bahan baku. Juga kecenderungan warga yang memilih lebih murah, permintaan yang meningkat pada kualitas 2 mendorong kenaikan harga,”terangnya.

Dia menambahkan harga minyak juga sudah melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 11 ribu per 1 liter. “Kementerian Perdagangan (Kemendag) juga akan melakukan penyesuaian HET minyak sawit. Tapi kami masih belum tahu kapan dilaksanakan,” tututpnya.

 

Pewarta : Anis Firmansyah
Editor : Adinda

    Kanal Terkait