Meski Berusaha Ganti Nopol Lima Kali, Tabrak Lari Hingga Tewas Terungkap Polres Kediri - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Meski Berusaha Ganti Nopol Lima Kali, Tabrak Lari Hingga Tewas Terungkap Polres Kediri
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Meski Berusaha Ganti Nopol Lima Kali, Tabrak Lari Hingga Tewas Terungkap Polres Kediri

SATUKANAL.com, KEDIRI – Polres Kediri berhasil mengungkap, pelaku tabrak lari yang menewaskan tukang becak, di Jalan Raya Dusun Tepus, Desa Sukorejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri.

Pelaku berinisial DK (56) diamankan dalam kurun waktu sebelum 12 jam. Dengan menggunakan mobil Kijang Innova, DK diamankan petugas unit Laka Satlantas Polres Kediri di rumahnya Desa Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

“Anggota Unit Lakalantas mengamankan pelaku sekitar pukul 19.50 WIB,” kata Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono, saat konferensi pers Satukanal.com, Jumat (8/01/2021).

AKBP Lukman juga menjelaskan, terungkapnya pelaku berawal dari petugas melakukan penyelidikan melalui kendaraan dari adanya keterangan para saksi dan CCTV yang merekam mobil Kijang Innova N 77 YF.

Dikatakan pelaku DK telah berusaha mengganti Nomor Polisi (Nopol) mobil selama 5 kali untuk mengelabuhi penyelidikan. Selain itu, untuk menemukan mobil tersebut juga berkoordinasi dengan petugas kepolisian Polres Malang.

“Karena pelaku mengganti nopol sebanyak lima kali, dan yang terakhir kali diganti kami berhasil menemukan,” ungkap AKBP Lukman.

Saat terungkap di rumahnya, pelaku DK sempat tidak mengakui jika menabrak tukang becak. Namun dapat terlihat dari kondisi mobil milik pelaku DK yang sudah pecah bagian kaca depan, serta bemper yang pesok menjadi bukti melakukan tabrak lari.

Saat diinterogasi oleh petugas, DK mengaku nekat kabur dari kejadian tabrakan karena takut diamuk masa. Salah satu sebab tabrak lari tersebut disebabkan mengantuk dan panik dalam berkendara menuju arah Tulungagung.

“Saya tidak jadi ke Tulungagung, namun saya kembali ke rumah di Kota Malang. Saya rencancanya mau refreshing,” ucapnya.

Akibat perbuatannya pelaku DK dijerat 310 Undang-Undang nomor 2 tahun 2009 pasal 4 tentang kelalaian yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

 

 

Pewarta: Anis Firmansah
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait