Meroket 2 Kali Lipat, Hujan Deras Picu Kenaikan Harga Cabai di Kabupaten Malang | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Meroket Rp100 Ribu per Kilogram, Hujan Deras Picu Kenaikan Cabai di Kabupaten Malang
BERITA HIGHLIGHT KABUPATEN MALANG KANAL VIRAL STRAIGHT NEWS

Meroket 2 Kali Lipat, Hujan Deras Picu Kenaikan Harga Cabai di Kabupaten Malang

Satukanal.com, Malang – Baru-baru ini kenaikan harga cabai meroket hingga 2 kali lipat. Sebelumnya, kenaikan harga kedelai juga terjadi, sehingga para pengusaha tahu dan tempe, mengeluhkan atas kenaikan tersebut.

Kabupaten Malang menjadi salah satu wilayah yang merasakan kenaikan harga cabai ini. Meroketnya harga cabai di Kabupaten Malang, meningkat 2 kali lipat dari harga awal.

Harga cabai di Kabupaten Malang sebelum mengalami kenaikan ada pada angka Rp 35 ribu per kilogram, setelah mengalami kenaikan, kini harga cabai menjadi Rp 63 ribu per kilogramnya.

Budiar Anwar selaku Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang mengatakan penyebab dari meroketnya harga cabai di Kabupaten Malang.

Ia menjelaskan bahwa, wilayah Malang raya yang sering dilanda hujan deras, mengakibatkan banyak tanaman cabai milik petani sekitar yang mengalami gagal panen.

Baca Juga :  Situs Watu Gong, Peninggalan Bersejarah Yang Tersembunyi Di Kota Malang

Kepala DTPHP Kabupaten Malang ini mengatakan, telah melakukan berbagai upaya guna meminimalisir terjadinya gagal panen. Salah satunya dengan, memasang atap pada ladang cabai milik para petani.

Ternyata upaya tersebut dirasa masih belum efektif. Karena cuaca yang mendung serta adanya atap justru menghalangi sinar matahari yang masuk.

Budiar Anwar menjelaskan bahwa, kenaikan harga cabai yang nyaris mencapai 100 persen dari harga normal ini, diperkirakan pada musim hujan seperti sekarang, masih akan terus mengalami peningkatan.

“Saya sih yakin naik, kemungkinan hingga bulan Februari, karena hujan ini kan mulai bulan november” Ujarnya.

Kepala DTPHP Kabupaten Malang mengaku, kenaikan harga cabai di musim hujan seperti saat ini memang tidak dapat diprediksi dan tidak dapat dipastikan secara rinci.

Tahun 2020 lalu, harga cabai di Malang raya pernah melonjak hingga menyentuh angka Rp 100 ribu. Kenaikan harga cabai di tahun lalu juga disebabkan gagal panen dan karena faktor curah hujan yang tinggi.

Baca Juga :  Gunung Semeru Dan Sejumlah Letusan Dahsyatnya

Budiar Anwar mengatakan, kenaikan harga cabai dapat ditentukan berdasarkan kondisi iklim di suatu wilayah. ”Artinya kenaikan harga cabai ini kan karena kondisi iklim, kalau melihat tahun sebelumnya harga cabai pernah diatas Rp 60 ribu, bahkan sempat Rp 80 ribu, Rp 100 ribu,” Ujarnya.

Harga cabai nantinya dapat kembali normal dan stabil ketika musim hujan berakhir. Kondisi cuaca yang panas, nantinya dapat meningkatkan produksi panen para petani.

“Bisa saja nanti ketika cabai naik hingga akhir Februari saat hujan mulai reda. Biasanya kan menjelang puasa, waktu bulan Maret itu sudah jarang hujan, puasa justru panas,”Ujar Budiar.

 

 

 

Pewarta : Naviska Rahmadani
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait