SATUKANAL.COM
Menteri Desa Halim Iskandar Punya Rumus Berbeda Terkait Strategi Membangun Masyarakat
Foto : Menteri PDTT Abdul Halim Iskandar saat menghadiri forum Batsul Masail di Ponpes Lirboyo
BERITA STRAIGHT NEWS

Menteri Desa Halim Iskandar Punya Rumus Berbeda Terkait Strategi Membangun Masyarakat

SATUKANAL, KEDIRI – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengharap para santri yang saat ini sedang menimba ilmu di pondok pesantren mengajarkan masyarakat tentang indeks kebahagiaan.

Ungkapan tersebut dikatakan Halim saat menghadiri pembukaan Bahtsul Masail Forum Musyawarah Pondok Pesantren (FMPP) se-Jawa dan Madura di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Rabu (13/2/2020).

Ia menginginkan agar para santri nantinya dapat membangun desa asal mereka setelah lulus.

Dengan semangat pedesaan yang harus dikembangkan, yakni dalam indeks kebahagiaan.

“Saya ingin desa punya daya tahan tinggi terhadap radikalisme, intoleransi, dan Narkotika,” ujar Halim.

Baca Juga :  Harga Komoditi Cabai di Kediri Berangsur Menurun

Semua bisa dilakukan ketika masyarakat desa desa memiliki indeks kebahagiaan layaknya santri di pesantren.

Pasalnya, kebahagiaan ala pesantren akan menjauhkan desa-desa dari sikap intoleransi, radikalisme, dan narkotika.

Berbicara radikalisme, lanjutnya, memang masih belum sampai ke desa.

Antisipasi secara dini mulai dari desa harus terus dijalankan. Salah satunya dari peningkatan indeks kebahagiaan.

Halim terus mengingatkan, bahwa kebahagiaan itu juga salah satu yang paling penting dalam berkehidupan.

“Jika bicara selama ini kan orang selalu bilangnya indeks kesejahteraan, saya beda, yang saya tekankan, harus bahagia terlebih dahulu. Banyak orang sejahtera hidupnya, namun tidak bahagia,” imbuhnya.

Baca Juga :  Jember Santer Dilanda Kabar Penculikan Anak, Berikut Penjelasan Polisi

Bagaimana mereka harus bahagia terlebih dulu, dan menjalin hubungan yang baik dengan orang lain.

Karena membangun pedesaan, tak hanya semata-mata berbicara soal peningkatan kesejahteraan.

“Kebahagiaan masyarakat mencerminkan hubungan sosial yang baik, hingga terhindar dari sikap intoleransi,” terangnya.

Dalam FPMPP Ia juga mengatakan, santri-santri banyak yang terbukti mampu menyelesaikan berbagai permasalahan dari berbagai sudut pandang berbeda.

“Masa depan bangsa sangat tergantung pada FMPP yang setiap saat mengasah otak, mengasah nalar, dan selalu representasikan cara berpikir ulama-ulama besar,” pungkasnya.

Pewarta : Muchlis Ubaidhillah

Editor : Heryanto

    Kanal Terkait