Meninggalnya Petapa Misterius Awal Mula Penamaan Pantai Goa Cina - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Meninggalnya Petapa Misterius Awal Mula Penamaan Pantai Goa Cina
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Meninggalnya Petapa Misterius Awal Mula Penamaan Pantai Goa Cina

Satukanal.com, MalangPantai Goa Cina merupakan salah satu wisata pantai yang populer di wilayah Malang Raya. Pantai dengan keindahan dan menyimpan beberapa keunikan tersendiri ini berlokasi di Dusun Tumpak Awu, Desa Sitiarjo, Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.

Lokasi pantai yang jaraknya cukup jauh dari pusat Kota Malang, sekitar 60 kilometer atau 2 jam perjalanan menggunakan kendaraan. Pantai Goa Cina memang merupakan pantai yang digemari banyak wisatawan yang penasaran dan tertarik untuk mengunjunginya.

Panorama alam yang khas menjadi daya tarik tersendiri pantai ini. Semakin indah dengan tiga pulau di tengahnya, Pulau Bantengan, Pulau Goa China dan Pulau Nyonya. Pantai ini juga menjadi salah satu pantai yang memiliki fenomena alam langka.

Di Pantai ini pengunjung akan disuguhi fenomena gelombang bersimpangan tak karuan dari tiga arah, yaitu dari arah Selatan, Timur dan Barat. Arus gelombang tersebut akan bertabrakan di antara pulau Bantengan dan pulau Nyonya. Arus gelombang yang bertabrakan cukup kuat kuat sehingga terdengar suara gemuruh dari pantai.

Baca Juga :  Berdiri Sejak Tahun 1914, Pasar Splendid Jadi Pasar Hewan Legendaris Di Malang

Salah satu keunikan yang menonjol dari pantai ini adalah keberadaan sebuah gua di sisi kanan pantai. Gua tersebut berupa rongga yang menjorok 8 meter dengan ketinggian sekitar 2 meter. Rongga gua yang cukup lebar memungkinkan bagi siapapun yang ingin menengok ke dalamnya.

Pada saat menengok ke dalam gua, hawa misterius pun terasa cukup kental, terutama bagi kalian yang pernah mendengar sederet kisah misterius tentang meninggalnya seorang petapa di dalam gua ini.

Menurut cerita yang beredar di masyarakat sekitar, sekitar tahun 1930 an yang lalu. Goa ini digunakan seorang biksu Cina bernama Hing Hook sebagai tempat pertapaan. Petapa cina ini bertapa hingga meninggal dunia dan akhirnya mayat pertapa tersebut ditemukan oleh masyarakat sekitar.

Baca Juga :  Tingkatkan Minat Baca, Walikota Sutiaji Tekankan Perpustakaan Harus jadi Sumber Literasi

Pada saat penemuan mayat petpa ini, masyarakat hanya menemukan tulang belulang dan sebuah tulisan Mandarin kuno, dan hingga saat ini belum diketahui identitas dari petapa tersebut serta penyebab kematiannya secara pasti.

Sebelumnya, Pantai Goa Cina ini bernama pantai Rowo Indah. Namun, sejak adanya peristiwa petapa cina yang meninggal di dalam Goa, masyarakat sekitarpun menamakan pantai ini dengan sebutan Pantai Goa Cina.

Kondisi Pantai Goa Cina dengan gelombang yang sangat besar, sehingga para pengunjungpun dilarang berenang di tempat ini. Gelombang yang sangat tinggi serta arus yang lumayan deras sangat mungkin dapat menyeret ke tengah laut. Para nelayan pun enggan untuk memancing ikan disini karena dianggap sangat berbahaya.

 

 

 

 

Pewarta : Naviska Rahmadani
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait