Mengenang Yunanto, Sosok yang Tak Lelah Membimbing Wartawan Muda di Malang Raya - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
IMG-20210709-WA0006-d8dadc3a
Kanal Figur

Mengenang Yunanto, Sosok yang Tak Lelah Membimbing Wartawan Muda di Malang Raya

Yunanto,  wartawan senior Malang ini meninggal dunia. Kepergiannya meninggalkan kenangan mendalam, utamanya bagi banyak wartawan muda di Malang Raya yang pernah ditempanya. 

Satukanal.com, MalangWildan Agta

KATA pepatah: harimau mati meninggalkan belang, gajah  mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama. Tak ubahnya Yunanto. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi wartawan di Malang. Semua tak lepas dari kiprahnya sebagai sosok guru para jurnalis di Malang Raya.

Yunanto meninggal dunia pada Kamis (8/07/2021) pukul 18.15 WIB, di kediaman putrinya, perumahan Keledang Mas, Blok BV no 17, Kelurahan Sungai Keledang, Kecamatan Samarinda Seberang, Samarinda. Dia  kembali ke pangkuan Sang Kuasa pada usia 67 tahun.

Sebagai informasi, Yunanto adalah alumnus Sekolah Tinggi Publisistik, Jakarta dan mantan wartawan Harian Surabaya Post pada tahun 1982 – 2002.

Kendati telah pensiun dari Surabaya Post salah satu koran terbesar di Jawa Timur, dia terus berkarya. Tulisannya bersahaja, dengan gaya bertutur yang mudah dipahami oleh semua orang. Selain menulis, ayah dua anak tersebut juga kerap diundang sebagai narasumber di berbagai seminar-seminar maupun diklat jurnalistik.

Kecintaannya terhadap profesi wartawan begitu kuat. Dalam berbagai kesempatan, almarhum Yunanto yang juga sebagai penasihat PWI Malang Raya periode 2021 – 2024 itu mengatakan, bahwa wartawan harus terus menulis sampai memperoleh gelar tertinggi yakni almarhum dan almarhumah.

Baca Juga :  Melihat Uniknya Masjid KHM. Bedjo Dermoleksono, Bergaya Oriental Khas Negeri Cina

Semasa hidup, dia kerap disapa sebagai guru jurnalis oleh para wartawan se-Malang Raya, karena ketekunannya dalam membimbing dan melatih wartawan muda.

Tak pelak, perginya Yunanto menjadi kehilangan besar bagi segenap wartawan Kota Dingin.  Dia merupakan sosok yang tak pernah lelah membimbing para jurnalis muda. Seperti diungkapkan Eko Sabdianto, salah seorang wartawan media online:

“Terus terang, saya tidak menyangka. Karena waktu itu kami bersama rekan-rekan jurnalis sempat menjenguk ke RSUD Kepanjen. Sebelum dibawa ke Samarinda, tempat puteri beliau. Bahkan, saya bersama istri yang juga alumni LASMI dua Minggu lalu, sempat video call dengannya. Baru semalam dapat kabar dari putra beliau, bahwa bapak guru Yunanto telah meninggal.”

Pria yang akrab disapa Dian ini merasa beruntung pernah mengikuti materi diklat jurnalistik dari almarhum. “Ilmu yang beliau ajarkan  sangat mengena di hati dan otak kami. Jujur, selama enam kali mengikuti diklat jurnalistik, hanya dengan beliau, ilmu dapat mengena,” ujarnya.

Di mata Dian, Yunanto sosok  yang memiliki kepribadian  bersahaja, humanis, santun, rendah hati dan menjadi tempat untuk bertanya seputar dunia tentang ilmu jurnalistik. Semasa almarhum masih hidup, Dian kerap bersilaturahim ke kediaman Yunanto di Pakis, perumahan Karangduren Permai. Dari situ, ilmu-ilmu baru tentang dunia jurnalistik didapatkannya lagi. “Bahkan, bapak guru menekankan kepada kami agar selalu melek hukum. Jika tidak, maka membahayakan dirinya, medianya dan keluarganya,” paparnya.

Baca Juga :  5 Hari Berjalan PPKM Darurat, 1 Kafe Terjerat

Tak jauh berbeda dengan Dian, Nganti Resmi Kharisma, seorang wartawati di Malang mengambarkan sosok Yunanto yang tak pernah lelah, selalu sabar dan tekun dalam membimbing seseorang yang tertarik mempelajari ilmu jurnalistik.

“Beliau selalu sabar dalam membimbing kami. Ada satu hal yang saya ingat sampai sekarang. Di samping melek hukum, wartawan harus terus menulis sampai memperoleh gelar tertinggi yakni almarhum. Kami merasa hutang budi kepadanya, karena kami belum sempat membalas jasa-jasa beliau. Namun apa mau dikata, rupanya Tuhan berkehendak lain,” imbuh Risma sapaan akrabnya.

Kini, dirinya berharap dan berdoa semoga Tuhan yang Maha Esa, mengampuni semua dosa-dosa serta menempatkan surga bagi sosok almarhum yang menjadi panutan dan guru bagi para jurnalis tersebut. (*)

Editor : Danu Sukendro

Kanal Terkait