Mengenal Hukuman Kebiri Kimia Bagi Pelaku Kekerasan Seksual, Ini Penjelasannya - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA Kanal Artikel Kanal Highlight

Mengenal Hukuman Kebiri Kimia Bagi Pelaku Kekerasan Seksual, Ini Penjelasannya

Satukanal.com, Nasional – Herry Wirawan, terdakwa pemerkosa 13 santriwati di Bandung, dituntut kebiri kimia dan hukuman mati.

Tak hanya itu, Pihak jaksa penuntut umum (JPU) menuntut supaya identitas guru pesantren itu disebarluaskan.

Oleh jaksa, tuntutan hukuman itu dinilai telah sesuai dengan Pasal 81 Ayat (1), Ayat (3) dan Ayat (5) jo Pasal 76D Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 65 Ayat (1) KUHP.

Mengenal apa itu Kebiri Kimia

Dilansir dari laman Farmasi UGM, kebiri adalah upaya menurunkan dorongan seksual biasanya dilakukan untuk pelaku kekerasan seksual dengan cara menurunkan kadar hormon androgen yaitu testosterone (T) pada pria.

Testosteron merupakan hormon utama yang diperlukan untuk libido atau hasrat seksual dan fungsi seksual (sexual behavior).

Baca Juga :  Ampuh dan Mudah! Ini Cara Membuat Cairan Pembasmi Semut

Medroksiprogesteron asetat dan cyproteron asetat umum digunakan di Amerika, Eropa dan Kanada untuk melakukan hukuman kebiri kimia. Kedua obat ini merupakan hormon antiandrogen yang bekerja pada tahap sintesis testosterone maupun reseptor androgen di dalam sel Leydig di testis.

Dasar hukum penerapan Kebiri Kimia di Indonesia

Hukum tentang kebiri kimia tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 70 tahun 2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi Elektronik, Rehabilitasi, dan Pengumuman Identitas Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak.

Peraturan Pemerintah yang telah ditandatangani oleh Jokowi pada 7 Desember 2020 adalah turunan dari Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Hukuman Kebiri Kimia dapat diberikan kepada siapa saja ?

Baca Juga :  Pemerintah Prediksi Puncak Omicron Akan Terjadi Februari hingga Maret

Seseorang yang akan mendapatkan hukuman berupa kebiri kimia dan pemasangan chip diantaranya:

  • Pelaku kekerasan seksual pada anak.
  • Pelaku Tindak Pidana Persetubuhan kepada Anak dengan Kekerasan atau Ancaman Kekerasan Seksual Memaksa Anak Melakukan Persetubuhan Dengannya atau dengan Orang Lain (Pelaku persetubuhan).
  • Pelaku Tindak Pidana Perbuatan Cabul kepada Anak dengan Kekerasan atau Ancaman Kekerasan Seksual, Memaksa, Melakukan Tipu Muslihat, Melakukan Serangkaian Kebohongan, atau Membujuk Anak untuk Melakukan atau Membiarkan Dilakukan Perbuatan Cabul. (Pencabulan).

Efek Kebiri Kimia

Kebiri kimia memberikan efek yang signifikan pada penurunan kadar testosteron yakni libido atau gairah seks yang menurun.

Sedangkan pada kesuburan, hormon testosteron akan berkurang dan berpengaruh pada produksi spermatozoa.

Efek samping lain yang mungkin dirasakan yakni:

  • Osteoporosis,
  • Penyakit jantung,
  • Depresi,
  • Anemia.

 

 

Editor : Naviska

Kanal Terkait