Mengenal Bediding, Fenomena Dingin 'Menusuk' di Musim Kemarau - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Foto ilustrasi hawa dingin (foto: unsplash)
BERITA Kanal Straight

Mengenal Bediding, Fenomena Dingin ‘Menusuk’ di Musim Kemarau

Satukanal.com, Banyuwangi – Masyarakat di sekitar Jawa Timur akhir-akhir ini banyak membahas tentang perubahan suhu dingin yang cukup ekstrim di malam hari. Fenomena ini oleh orang Jawa biasa disebut Musim Bediding.

Apa itu Bediding, dan bagaimana penjelasan BMKG?

Prakirawan BMKG Banyuwangi Yustoto mengatakan, fenomena bediding terjadi karena posisi bumi berada di titik paling jauh dari matahari. Fenomena ini terjadi pada pukul 05.27 WIB/ 06.27 WITA/ 07.27 WIT pada jarak 152.100.527 km (6/7/2021).

“Selain karena kondisi bumi berada di titik paling jauh cuaca dingin terjadi karena kondisi awan pada malam hari sangat sedikit atau cuaca cerah,” jelas Yustoto kepada Satukanal, Rabu (7/7/2021).

Yustoto menjelaskan, pada malam hari bumi mengeluarkan panas yang di serapnya di siang hari, kemudian pada malam hari energi panas tersebut dikeluarkan ke udara. Pola itu sebenarnya terus menerus terjadi, yang membedakan adalah saat musim bediding energi panas tidak terhalang awan.

“Karena panas tidak terperangkap suhu dingin terjadi,” katanya.

Selain itu, saat ini Australia sedang mengalami musim dingin, dan angin yang berhembus dominan dari Australia, yang bertiup dari arah tenggara dan selatan.

“Angin dari Australia bersifat kering, dan kadar uap air lebih sedikit, adanya pola tekanan udara yang relatif tinggi dari Australia membuat pergerakan ke Indonesia lebih signifikan, hal tersebut mengakibatkan penurunan suhu pada Indonesia, serta perairan selatan Banyuwangi mengalami gelombang tinggi 2 hingga 4 meter. Masyarakat nelayan diminta lebih waspada,” sambungnya.

 

Pewarta : Abdul Konik
Editor: Ubaidhillah 

Kanal Terkait