Menengok Taman Segitiga Kota Malang, Sediakan Ruang Literasi dan Permainan Tradisional - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Walikota Malang Sutiaji saat menengok Taman Segitiga di Karangbesuki, Tidar, Kota Malang pada Senin (1/11/2021) (Foto: Lutfia/ Satukanal.com)
ADV

Menengok Taman Segitiga Kota Malang, Sediakan Ruang Literasi dan Permainan Tradisional

Satukanal.com, Malang Sejalan dengan program pariwisata kampung tematik yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota Malang, warga RW 07, Karangbesuki, Tidar, Kota Malang bergotong-royong membangun taman Segitiga yang bernilai guna bagi masyarakat.

Selama kurang lebih dua tahun tahapan pembangunan, taman ini berhasil terisi dengan berbagai fasilitas dan juga spot foto yang berasal dari swadaya masyarakat sekaligus bantuan dari APBN, dan juga tambahan dari Dana Alokasi Umum.

Taman yang masih terus dalam tahap pembangunan ini telah memiliki dua sumur resapan dan menerima bantuan berupa kendaraan pengangkut sampah. Taman Segitiga ini nantinya akan memiliki konsep seperti area bermain anak-anak dan sedang melakukan penambahan fasilitas berupa permainan tradisional seperti engkle, dakon, dll.

Baca Juga :  Bulan Imunisasi Anak Sekolah, Siswa SDN Tanjungrejo 5 Ikuti Imunisasi dari Puskesmas

Selain area bermain, taman ini juga terdapat fasilitas seperti ruang literasi yang dilengkapi dengan tiga saluran free wifi yang bisa dimanfaatkan oleh anak-anak yang sedang melakukan pembelajaran daring.

“Kemudian rumah-rumah untuk selfi dan disiapkan kostumnya, ada spot Madura, Jawa, dan rumah-rumah adat sesuai dengan arahan Camat dan Sekda,” ujar Slamet Udadi selaku Ketua RW 07 Karangbesuki.

Taman ini dibangun atas saran dari Walikota Malang untuk setiap RW setidaknya memiliki atau dijadikan sebagai kampung tematik.

“Kita lagi mengembangkan wisata kampung tematik, saat ini terbatas sekali area kita untuk bermain. Pandemi ini memberikan perhatian untuk kita semua, gak usah keluyuran kemana-mana cukup rekreasi di area lingkungannya,” pesan Sutiaji kepada warga Kelurahan Karangbesuki yang hadir pada Senin (1/11/2021).

Baca Juga :  Penderita HIV/AIDS di Kota Malang Menurun Selama Pandemi 2021

Terlebih Kota Malang dihadapkan dengan tantangan persaingan ekonomi berskala global, hal ini menyebabkan masyarakat perlu bangun untuk membentuk kepribadian tangguh perekonomiannya.

Larang (mahal-Red) dikit tapi dimakan oleh masyarakatnya sendiri. Kalau dibangun kampung tematik, ada penjual, produk tak usah beli di retail modern, tapi kita beli di toko kelontong yang ada di masing-masing RT/RW,” lanjut Sutiaji.

Sutiaji mengharapkan masyarakat bisa bersama-sama membentuk kebersamaan sehingga ketika dilakukan secara bergotong-royong, tidak akan ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan, termasuk persoalan perekonomian. (Adv)

 

 

Kanal Terkait