Abdul Gafur Mas'ud, Bupati Muda yang Terciduk OTT KPK
SATUKANAL.COM
OTT KPK 2022
Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas'ud (Foto: Tangkapan layar facebook Abdul Gafur Mas'ud)
BERITA Kanal Straight

Menengok Profil Abdul Gafur Mas’ud, Bupati Muda yang Terciduk OTT KPK

Satukanal.com, Nasional– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tangan Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Abdul Gafur Mas’ud. Penangkapan Abdul Gafur dalam OTT KPK itu berkaitan dugaan suap dan gratifikasi.

Lantas, siapakah sosok Bupati Penajam paser Utara Abdul Gafur Masud tersebut? Bagaimana sepak terjangnya selama ini ini? Berikut ulasan profilnya:

Aktif di Sejumlah Organisasi

Abdul Gafur merupakan salah satu kepala daerah termuda di Indonesia. Pria kelahiran Kampung Baru pada 7 Desember 1987 itu terpilih sebagai Bupati Penajam Paser Utara pada Pilkada 2018.

Sejak kecil putra pasangan H. Mas’ud dan Hj.Syarifah Ruwaidah ini menghabiskan waktunya di Kalimantan Timur.

Sebelum menjadi Bupati, Abdul Gafur terbilang aktif di sejumlah organisasi. Ia sempat menjadi Ketua BPC HIPMI pada periode 2015-2018. Ia bahkan pernah menjabat sebagai Bendahara Umum BPP HIPMI Pusat.

Selain itu, Abdul Gafur juga tercatat pernah menjadi Bendahara Umum PMI Balikpapan, Ketua Lemhanas Angkatan 6, serta Ketua Pengusaha Pemuda Pancasila Balikpapan.

Baca Juga :  Bingung Jurusan Akuntansi Kerjanya Apa? Ini Beberapa Profesi yang Bisa Dilakukan

Tak hanya itu, Abdul Gafur juga merupakan seorang pengusaha yang tercatat sebagai Pemilik PT Petro Perkasa Indonesia yang bergerak di bidang perminyakan.

Memulai Karir Politiknya

Berbicara mengenai karir politiknya, Abdul Gafur memulainya dengan menjadi kader Partai Demokrat pada tahun 2015. Ia kemudian ditunjuk sebagai Ketua DPC Demokrat Kota Balikpapan pada 2016 hingga saat ini dan menjadi ketua DPC etrmuda di Indonesia.

Sebagai sosok pemimpin yang masih muda, lulusan STIE APRIN Palembang jurusan S1 Ekonomi dam S2 Magister Ekonomi di Universitas Mulawarman Kalimantan Timur ini menjadi daya tarik tersendiri untuk perekrutan anggota dan kader-kader muda Partai Demokrat di kota Balikpapan.

Tak berselang lama, pada 2018, ia maju sebagai calon bupati bersama Haji Hamdam. Pasangan Abdul Gafur-Hamdam kemudian memenangkan Pilkada dengan perolehan suara sebanyak 37.445 suara sah. Mereka mengalahkan dua pasangan lainnya; Mustaqim MZ-Sofian Nur dan Andi Harahap-Faldy Imawan.

Sempat Menjadi Sorotan

Selama menduduki jabatannya, Abdul Gafur tak lepas dari sejumlah kontroersi kebijakannya. Kala itu ia sempat menjadi sorotan pada tahun 2021 lantaran memutuskan untuk membangun rumah dinas di daerahnya untuk para pejabat.

Baca Juga :  Harga LPG Resmi Naik, Ini Rinciannya

Hal ini agar para pejabat, termasuk dirinya tidak mengontrak. Abdul mengungkapkan selama ini Kabupaten Penajam Paser Utara belum punya rumah dinas bagi pejabat, sehingga mereka harus mengontrak.

Pernyataan itu ia ungkapkan menyusul pembangunan rumah dinasnya yang menjadi sorotan lantaran menelan biaya Rp34 miliar.

“Pejabat-pejabat tersebut itu mengontrak rumah jadi rumahnya sendiri dikontrak sama pemerintah. Saya tidak mau melakukan itu makanya saya ingin rumah yang dibangun ini bukan rumah pribadi saya tapi ini adalah rumah Kabupaten Penajam Paser Utara,” kata Abdul.

Adapun Abdul Gafur Mas’ud beberapa hari lalu baru saja menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-65 Provinsi Kaltim. Dalam upacara tersebut, Abdul Gafur menerima 9 Panji Keberhasilan Pembangunan dari Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor hingga akhirnya ia terkena penangkapan OTT KPK dugaan suap dan gratifikasi. (Adinda)

Kanal Terkait