Menengok Kampung Sanan, Sentra Industri Tempe Yang Jadi Lokasi Wisata - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Menengok Kampung Sanan, Sentra Industri Tempe Yang Jadi Lokasi Wisata
Pusat oleh-oleh khas Malang L.H. Ferry Salim/foto: gmaps
BERITA Kanal Feature Kanal Pesona

Menengok Kampung Sanan, Sentra Industri Tempe Yang Jadi Lokasi Wisata

Satukanal.com, Malang – Gapura bertuliskan “Sentra Industri Tempe Sanan” tampak kokoh menyambut siapapun yang hendak berkunjung ke kampung Sanan Kota Malang, Jawa Timur.

Di kiri kanannya, deretan outlet tampak megah menjajakan keripik tempe dengan berbagai model ukuran dan rasa.  Apabila masuk lebih dalam ke kampung Sanan, outlet yang sekaligus berfungsi sebagai rumah akan lebih banyak dijumpai.

Kampung Sanan memang dikenal sebagai sentra pengrajin tempe dan produk olahan berupa keripik tempe. Lokasinya yang strategis yakni berada di pusat kota di Jl. Sanan Gg.III No.129, Puwantoro, Bimbing membuat kampung sanan ini menjadi tujuan wisatawan yang ingin membeli buah tangan khas berupa keripik tempe.

Lokasi sentra industri tempe/foto: facebook.com/tempesanan

Mayoritas warganya telah lama menjadi pengrajin makanan dari fermentasi biji kedelai ini dari tahun 1970-an. Cara membuat tempe diajarkan secara turun-temurun dimana resep dan metode pembuatannya selalu dijaga dengan baik untuk menghasilkan rasa yang otentik.

Kedelai yang digunakan dalam pembuatan tempe tersebut juga berbeda dengan bahan baku pembuatan tempe daerah lain. Dari ukuran kedelainya yang lebih besar membuat tempe Malang memiliki ukuran yang lebih besar pula.

Sebagian pengrajin tempe bahkan memasukkan pula seiris daun pandan ke dalam cetakan tempe agar menghasilkan tempe dengan aroma yang lebih khas. Untuk pembuatannya sendiri, perebusan kedelai tempe dilakukan sebanyak dua kali sedangkan tempe daerah lain biasanya hanya dilakukan sekali.

Baca Juga :  'Bedah Sumber Winong' Tradisi Kuno Untuk Merawat Mata Air

Dulunya, tempe merupakan satu-satunya produk yang dihasilkan dari industri rumah tangga di kampung ini. Namun, seiring berjalannya waktu, olahan dari tempe seperti keripik juga dihasilkan di kampung ini.

Inovasi olahan tempe menjadi keripik bermula dari terpaan badai moneter pada 1988. Kala itu, usaha warga banyak yang terancam gulung tikar akibat harga kedelai sebagai bahan baku tempe melambung tinggi.

Lambat laun, banyak pengrajin mulai tertarik mengolah sebagian tempe produksinya menjadi keripik. Hal ini juga membuat keripik tempe lebih tahan lama ketimbang tempe yag hanya bagus dikonsumsi sehari setelah dibuat .

Awalnya, tempe dan keripik tempe khas Malang ini diproduksi dan dipasarkan secara lokal di pasar-pasar tradisional serta toko sayur mayur. Berkembangnya pariwisata di daerah Malang dan konsisitensi kualitas tempe serta keripik tempe Malang membuat produk ini semakin banyak diminati dan dikenal di kota-kota lain.

Pangsa pasar yang melebar membuat produk ini sangat mudah dicari. Sebagai contoh, produk ini dapat ditemui di pusat oleholeh khas Malang atau berbagai toko yang menjajakan makanan khas malang. Serta mulai didistribusikan ke kota-kota lain di pulai Jawa.

Baca Juga :  Pelayanan Vaksin Gotong Royong Dimulai Hari ini, Simak Jenis dan Tarifnya

Tak berhenti disitu, pengrajin tempe Sanan juga terus melakukan inovasi lain. Mengikuti trend dan minat masyarakat, pengrajin mulai memproduksi keripik tempe dengan aneka rasa mulai dari balado, daun jeruk, keju, original atau rasa yang dianggap tak biasa, seperti rasa coklat.

Konsumen pun semakin tertarik untuk membeli produk olahan tempe tersebut. Banyak dari mereka yang datang ke kampung Sanan membeli keripik tempe sembari melihat secara langsung proses pembuatannya. Kondisi ini tentu menjadi peluang yang tak ingin disia-siakan warga Sanan.

Melihat jumlah pengunjung kampung Sanan yang cukup banyak,  membuat warga mulai bernisiatif untuk mengembangkan kampung Sanan sebagai salah satu destinasi wisata di Malang. Warga mulai mendekorasi kampung dengan hiasan dan mural unik sebagai spot-spot foto serta membangun kolam ikan sebagai area pemancingan.

Hiasan mural memuat banyak informasi sejarah serta proses pengembangan Kampung Sanan, sehingga menjadi sentral tempe dan keripik tempe. Ada pula area foto yang menjadi favorit, yakni di Rumah Cina yang berada di Chinese Corner. Sangat menarik untuk dikunjungi bukan ?

Chinese Corner/foto: fib.ub.ac.id

 

 

 

Pewarta : Adinda
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait