Menelisik Asal Usul Suku Jawa Sebagai Salah Satu Suku Terbesar di Indonesia - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Menelisik Asal Usul Suku Jawa Sebagai Salah Satu Suku Terbesar di Indonesia
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Menelisik Asal Usul Suku Jawa Sebagai Salah Satu Suku Terbesar di Indonesia

SATUKANAL.com, NASIONAL– Sebagai salah satu suku terbesar di Indonesi banyak tak mengetahui asal asal suku Jawa. Suku yang banyak memiliki banyak keunikan di bidang budaya, bahasa dan kuliner khasnya ini terkenal dengan sifat dan tutur katanya yang halus.

Suku yang berjumlah sekitar 95,2 juta lebih atau 40,45 persen dari populasi manusia yang ada di Nusantara ini juga tersebar di berbagai pelososk Indoesia bahkan dunia. Banyak diantara mereka yang bertempat di Pulau Jawa, namun banyak juga dari mereka yang menempati pulau-pulau di Indonesia juga bahkan negara luar Indonesia.

Meskipun demikian, peradaban suku Jawa terbilang maju.  Hal ini dapat dilihat dari adanya peninggalan kerajaan-kerajaan besar yang berada di tanah Jawa yang masih dilihat hingga kini. Seperti Candi Borbudur, Prambanan, Mendut, Singosari dan sebagainya. Sehingga perlu untukmengetahui bagaimana sejarah suku ini.

Apakah suku Jawa berasal dari nenek moyang pribumi? Atau berasal dari pendatang? Berikut ini, tim satukanal.com telah merangkumkan beberapa teori yang enjelaskan asal usul suku Jawa

1. Menurut Arkeolog, Eugene Dubois

Seorang ahli anatomi yang berasal dari Belanda bernama Eugene Dubois menemukan fosil manusia purba Homo erectus. Fosil ini ditemukan di Trinil pada tahun 1891. Setelah penemuan ini dilakukan perbandingan antara DNA fosil kuno tersebut dengan sku Jawa di masa kini. Hasilnya menunjukkan bahwa DNA tersebut tidak memiliki perbedaan jauh dengan suku Jawa masa kini.

Penemuan ini kemudian diperkuat dengan adanya penemuan fosil manusia pirba yaitu Pithecanthropus erectus yang membuat para arkeolog meyakii bahwa nenek moyang suku Jawa berasal dari penduduk pribumi.

Baca Juga :  Polda Jatim Tingkatkan Pengamanan Gereja Pasca Bom Bunuh Diri Makassar

2. Menurut Sejarawan Von Hein Geldern

Teori yang dilontarkan oleh para arkelog itu justru berbeda dengan sejarawan yang bernama Von Hein Gelden. Von Hein Geldern menyebutkan bahwa telah terjadi migrasi penduduk dari daerah Tiongkok (Yunan) di kepulauan Nusantara. Migrasi ini sudah ada sejak zaman neolitikum 2000 SM, sampai zaman perunggu 500 SM, secara besar-besaran bertahap menggunakan perahu cadik.

Dr. H. Kern juga menyebut, berdasarkan penelitiannya di tahun 1899 bahwa bahasa daerah di Indonesia mirip satu sama lain, dan Kern menarik kesimpulan bahwa bahasa tersebut akar dari rumpun yang sama, yaitu Austronesia.

Kemudian, Geldern menarik kesimpulan bahwa Suku Jawa tidak berasal dari masyarakat pribumi asli. Namun, ada bukti juga melalui tulisan kuno India dan keraton Malang yang berbeda. Ia juga menyebut jika bahasa tersebut berasal dari akar rumpun yang sama yaitu rumpun Austronesia. Hal itu yang meyakini sejarawan sebagai asal-usul terbentuknya suku Jawa di Nusantara.

3.Tulisan Kuno India

Pasalnya, dalam tulisan kuno India disebutkan bahwa jika beberapa pulau di Nusantara termasuk pulau Jawa, adalah tanah yang menyatu dengan daratan Asia dan Australia. Akan tetapi, pada saat itu terjadi musibah permukaan air laut naik. Hal ini membuat Pulau Jawa dan beberapa pulau lainnya terpisah dan memunculkan pulau-pulau baru seperti pulau jawa.

Dalam tulisan kuno India, Aji Saka menjadi orang pertama yang menemukan dan menginjakkan kakinya di tanah Jawa pertama kali, sehingga Aji Saka beserta para pengawal juga pengikutnya dianggap sebagai nenek moyang suku Jawa.

4. Menurut Babad Tanah Jawa

Diceritakan bahwa masyarakat Jawa berasal dari Kerajaan Keling (Kalingga) yang berada di daerah India Selatan. Salah satu Pangeran kerajaan Keling yang tersisih akibat perebutan kekuasaan pergi meninggalkan kerajaan dan diikuti dengan para pengikutnya.

Baca Juga :  Catat! Ini Syarat Terbaru Perjalanan Dalam Negeri Mulai 1 April 2021

Akibat dari perebutan kekuasaan tersebut, Kerajaan Kling dan pengikutnya kemudian membuka lahan baru di sebuah pulau terpencil yang dibangun oleh mereka, sebagai pemukiman dan mendirikan kerajaan yang diberi nama Javacekwara. Keturunan pangeran inilah yang dianggap sebagai nenek moyang suku Jawa menurut Babad Tanah Jawa.

5. Menurut Surat Kuno Keraton Malang

Menurut surat kuno keraton Malang, asal-usul suku Jawa berasal dari kerajaan Turki tahun 450 SM. Kala itu, Raja Rum, raja dari Kerajaan Turki mengutus para penduduknya untuk membuka lahan di pulau kekuasaannya yang belum berpenghuni. Namun, karena gangguan binatang buas, banyak penduduknya yang menderita sehingga mereka pulang kembali ke negara aslinya.

Pada tahun 350 SM, aja kembali mengirim para penduduk untuk kedua kalinya. Perpindahan tersebut membawa 20.000 laki-laki, dan 20.000 perempuan berasal dari Koromandel. Perpindahan dipimpin oleh Aji Keler yang menemukan Nusa Kendang dengan dataran tinggi yang ditutupi oleh hutan lebat, dan banyak binatang buas.

Disebutkan jika pada saat itu, penduduk sangat senang karena di pulau tersebut banyak ditemukan bahan pangan dan tanaman subur bernama tanaman Jawi dimana-mana. Sehingga nama dari jenis tanaman inilah yang kemudian dijadikan sebagai nama dari pulau tersebut yaitu Pulau Jawi. Dan hingga kini dikenal denga nama Pulau Jawa. Sedangkan para penduduknya disebut dengan suku Jawa.

 

 

 

Pewarta: Adinda
Editor: Redaksi Satukanal

 

 

Sumber:https://lingkarmadiun.pikiran-rakyat.com/,https://www.goodnewsfromindonesia.id/, https://www.kompas.com/,

Kanal Terkait