SATUKANAL.COM
Bawaslu Kabupaten Kediri
Foto : Ali Masyhudi KOmisioner Bawaslu Kabupaten Kediri divisi Pengawsan dan Humas
BERITA HIGHLIGHT ISU PILIHAN STRAIGHT NEWS

Mendekati Penetapan Calon, Bawaslu Kabupaten Kediri Mulai Pelototi Medsos

SATUKANAL, KEDIRI – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kediri akan mengawasi secara detail terkait Media Sosial (Medsos) yang memosting segala hal yang berhubungan dengan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbub) Kediri 2020.

Ali Masyhudi, Komisioner Bawaslu Kabupaten Kediri Divisi Pengawasan dan Hubungan Masyarakat (Humas) mengatakan, pengawasan medsos tersebut dilakukan untuk meminimalisir ancaman kekacauan di Pilbub 2020 mendatang.

“Pengawasan Medsos terkait dengan Pilkada, mengacu dengan regulasi terakhir yang digunakan di Pemilu 2018, bahwa pengawasan akan kita bedakan, ada medsos yang digunakan secara resmi dan didaftarkan di KPU, dan ada Medsos masyarakat umum,” jelas Ali masyhudi, Sabtu (29/2/2020).

Menurut Ali, untuk akun medsos Paslon, pengawasan yang dilakukan seputar pelanggaran pemilu.

Namun tidak menutup kemungkinan ada kesalahan yang berhubungan dengan pidana.

Baca Juga :  40 Rumah di Kabupaten Kediri Porak Poranda Diterjang Puting Beliung

Sedang untuk pengawasan masyarakat umum seputar tindak pidana yang melanggar UU ITE.

“Untuk masyarakat umum nanti pengawasan kita seputar Hoax, dan Ujaran Kebencian. Ketika kami mendapati itu kami tidak bisa menindak secara langsung, namun akan kita laporkan langsung ke Kepolisian setempat,” katanya.

Bawaslu juga telah melakukan MOU dengan para penegak hukum dalam menangani Medsos tersebut.

“Kita juga bekerjasama dengan Penegak Hukum Terpadu (Gakkumdu) yang nantinya akan menilai mana akun yang berpotensi melanggar UU ITE atau yang melanggar UU Pemilu, dan nanti yang melakukan tindakan semisal pelanggara UU ITE adalah kepolisian dan jika melanggar aturan pemilu akan ditindak lanjuti KPU,” ujarnya.

Namun kata Ali, penegasan terhadap para pelanggar tersebut akan dilakukan setelah masa penetapan calon dilakukan oleh KPU.

Sebelum penetapan dilakukan belum ada tindakan yang akan dilakukan Bawaslu.

Baca Juga :  Kejari Kabupaten Kediri Ajak SKPD Mendaki Gunung Willis

“Kalau terkait dengan medsos saat ini sudah ada potensi-potensi pelanggaran, itu dilihat dari deteksi dini kita namun belum bisa kita tindak karena saat ini memang masih belum masuk di fase penetapan calon,” jelasnya.

”Jadi saat ini seperti bukti-bukti pendukung sudah kita simpan, jika nantinya diulang ketika sudah memasuki masa penetapan calon maka akan kita tindak,” lanjut ali.

Lebih lanjut, Ali menghimbau kepada Masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial, apalagi jika berhubungan dengan pikada, khususnya di kabupaten kediri.

“Imbauan untuk masyarakat supaya masyarakat bisa lebih cerdas jangan asal share apalagi kalau ada berita yang mendiskreditkan salah satu paslon karena ancamannya bisa di pidana.” Pungkasnya.

Pewarta : Muchlis Ubaidhillah

Editor : Heryanto

    Kanal Terkait