SATUKANAL.COM
Corona
BERITA HIGHLIGHT ISU PILIHAN

Mencegah Corona dari Tempat Ibadah

SATUKANAL – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat meminimalkan kegiatan di luar ruangan untuk menekan potensi virus Corona atau penyakit Covid-19.

“Saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah dari rumah,” ujar Jokowi, Minggu (15/3/2020) di Istana Bogor.

Beribadah dari rumah, tentu akan berimbas pada masyarakat. Ibadah berjamaah adalah hal yang lumrah dan sudah membudaya. Baik di masjid, gereja, vihara, dan lain-lain.

Sebelum Jokowi menetapkan kebijakan tersebut, masyarakat secara mandiri telah melakukan serangkaian upaya pencegahan dari sisi pelaksanaan ibadah berjamaah. Misalnya, dengan pembersihan sarana peribadahan.

Misalnya kebijakan dari Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI). DMI mengeluarkan surat edaran yang berisi enam poin imbauan untuk melakukan sanitasi siaga di semua masjid dan musala.

Mulai Jumat (13/3/2020) lalu, Dewan Masjid Indonesia menyiapkan dua juta liter disinfektan. Hal itu diinformasikan langsung oleh Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia M. Jusuf Kalla melalui laman Instagramnya.

“Dewan Masjid Indonesia siapkan 2 jt liter disinfektan. Tapi itu saja belum cukup, butuh partisipasi swadaya dari warga di masjid masing-masing,” tulis mantan wapres yangbakrab disapa Pak JK itu.

Poin-poin imbauan dari Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia juga sudah mulai dilakukan para takmir masjid atau musala untuk melakukan sanitasi siaga. Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Malang Mas’ud Ali, misalnya, mengatakan bahwa pencegahan persebaran virus corona adalah menjaga kebersihan area masjid. Dan, langkah tersebut sudah mulai dilakukan di masjid-masjid Kota Malang.

“Ini kan sebagai bentuk pencegahan berbagai macam virus. Makanya dalam Islam itu ada pedoman kebersihan itu bagian dari iman,” ungkapnya.

Pembersihan lantai masjid, tempat wudu, dan toilet dengan cairan disinfektan juga telah dilakukan agar masjid atau musala semakin aman dan nyaman. Tak lupa juga imbauan mengenai pembersihan karpet masjid dengan vacuum cleaner juga telah dilakukan untuk menjaga kebersihan karpet dari debu atau kotoran yang menempel.

Baca Juga :  Wali Kota Kediri Bentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19

Imbauan membawa sajadah maupun kain sendiri untuk alas sujud pribadi juga telah diinformasikan kepada seluruh jamaah. Tetapi terkadang masih ada saja jamaah yang lupa membawa sajadah pribadi.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Malang Mas’ud Ali, misalnya, mengatakan bahwa pencegahan persebaran virus corona adalah menjaga kebersihan area masjid. Dan, langkah tersebut sudah mulai dilakukan di masjid-masjid Kota Malang.

“Ini kan sebagai bentuk pencegahan berbagai macam virus. Makanya dalam Islam itu ada pedoman kebersihan itu bagian dari iman,” ungkapnya.

Pembersihan lantai masjid, tempat wudu, dan toilet dengan cairan disinfektan juga telah dilakukan agar masjid atau musala semakin aman dan nyaman. Tak lupa juga imbauan mengenai pembersihan karpet masjid dengan vacuum cleaner juga telah dilakukan untuk menjaga kebersihan karpet dari debu atau kotoran yang menempel.

Imbauan membawa sajadah maupun kain sendiri untuk alas sujud pribadi juga telah diinformasikan kepada seluruh jamaah. Tetapi terkadang masih ada saja jamaah yang lupa membawa sajadah pribadi.

Pembersihan juga dilakukan oleh instansi. Misalnya jajaran Kepolisian Resort Jombang melakukan bersih-bersih di sejumlah objek fasilitas umum. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan terhadap penyebaran virus corona.

Salah satu area publik yang menjadi sasaran kerja bakti jajaran Polres Jombang ini adalah Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang, di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Jombatan, Jombang.

Ada puluhan anggota kepolisian yang dipimpin langsung oleh Kapolres Jombang AKBP Boby Pa’ludin Tambunan melakukan bersih-bersih pada Sabtu (14/3/2020) pagi.

Baca Juga :  Daerah-Daerah Mulai Batasi Aktivitas Berkumpul Masyarakat

Di Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang ini, para anggota Polres Jombang terlihat membersihkan bagian halaman depan masjid, bagian dalam masjid hingga kamar mandi dan tempat wudhu.

Sapu dan alat pembersih lantai menjadi senjata mereka selama kerja bakti membersihkan masjid dari debu dan kotoran yang menempel di sudut-sudut bagian ruangan masjid.

Dikatakan Boby, kegiatan bersih-bersih ini merupakan perintah langsung dari pimpinan Polri. Ini merupakan cara aparat kepolisian untuk mewaspadai penyebaran virus Corona atau Covid-19 di kota santri.

“Kita harus menggelorakan pola hidup bersih dan hidup sehat. Sebagai bentuk kita melawan rasa takut kita, melawan rasa kepanikan kita terhadap penyebaran virus Corona ini,” terangnya saat diwawancarai seusai melakukan bersih-bersih di Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang.

Kapolres juga berharap agar apa yang ia lakukan ini bisa dicontoh oleh masyarakat, untuk membudayakan hidup bersih. Hidup bersih ini dinilai sebagai salah satu cara untuk menangkal penyebaran virus Corona.

“Mudah-mudahan bisa menjadi sesuatu yang ditiru, menjadi budaya bagi masyarakat kita untuk melawan virus Corona dengan membudayakan hidup bersih dan sehat. Salah satunya dengan bersih-bersih atau kerja bakti ini,” tandasnya.

Sementara, selain di Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang, kerja bakti untuk bersih-bersih juga akan dilakukan di objek fasilitas umum lainnya. Seperti di terminal, dan tempat-tempat wisata di Jombang.

Tidak hanya itu, Kapolres juga mengintruksikan seluruh Polsek jajaran agar melakukan keja bakti di wilayah hukumnya.

“Di polsek jajaran tadi malam sudah saya perintahkan untuk melakukan kebersihan di mako, melakukan kebersihan di tempat yang ramai seperti pasar. Hari ini kita juga lakukan bersih-bersih di terminal, kantor Polres dan asrama polisi,” pungkasnya.

Redaktur: N Ratri

Kanal Terkait